- PT TRON menjalin MoU dengan NBRI untuk pengembangan digitalisasi infrastruktur kendaraan listrik dan sistem penyimpanan baterai (BESS) di Indonesia.
- Kolaborasi ini fokus pada pengembangan teknologi *smart mobility* dan *Research and Development* produk baterai berbasis nikel berkualitas tinggi.
- Sinergi ini bertujuan memperkuat kemampuan TRON menjadi pemimpin *Battery as a Service* dan memastikan baterai memenuhi standar keamanan internasional.
Suara.com - PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (TRON) fokus menggarap bisnis infrastruktur kendaraan listrik. Hal ini dengan bekerja sama dengan National Battery Research Institute (NBRI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Adapun, MoU itu memuat pengembangan teknologi digitalisasi infrastruktur kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS) di Indonesia.
Kolaborasi ini memadukan keunggulan masing-masing pihak untuk mengakselerasi pengembangan teknologi smart mobility, sekaligus meningkatkan kualitas dan keamanan baterai yang digunakan dalam ekosistem kendaraan listrik nasional.
Direktur Utama TRON, David Santoso, mengatakan Kerja sama dengan NBRI bisa mewujudkan visi perseroan sebagai pemimpin di bidang Battery as a Service (BaaS) dan Green Mobility di Indonesia.
"Sinergi ini memperkuat kemampuan kami menghadirkan solusi teknologi yang inovatif dan berkelanjutan bagi ekosistem transportasi dan energi masa depan," ujarnya seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (21/11/2025).
Kerja sama antara TRON dan NBRI mencakup pengembangan teknologi smart mobility serta pengembangan Research and Development produk baterai untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan BESS.
Selain itu, kedua pihak juga akan berkolaborasi dalam pengujian, pengukuran, verifikasi kinerja, dan battery testing untuk mendukung standardisasi dan peningkatan kualitas baterai.
Uji coba sistem monitoring kendaraan listrik, peningkatan kapasitas SDM, pelatihan teknologi, hingga berbagai bentuk kolaborasi lain yang relevan juga menjadi bagian dari ruang lingkup kerja sama ini.
Founder NBRI, Evvy Kartini, menjelaskan NBRI memiliki kapabilitas hulu untuk memproduksi katoda baterai berbasis nikel berkualitas tinggi.
NBRI juga dapat memberikan sertifikasi untuk memastikan bahwa produk baterai memenuhi standar keamanan global.
Baca Juga: Apa Benar Emiten Properti DADA Berkantor Dekat Warung Kelontong? Manajemen Beri Pembelaan
"Kolaborasi ini memastikan bahwa baterai yang akan dikembangkan di Indonesia tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga memenuhi standar internasional," imbuhnya.
Emiten TRON, melalui TRON-X Solutions dan Renewable Energy Solutions, akan mengintegrasikan platform digital berbasis AI dan teknologi energi terbarukan dengan kemampuan riset dan teknologi baterai mutakhir dari NBRI guna menghadirkan transportasi listrik yang lebih efisien, terjangkau, dan berkelanjutan.
Untuk diketahui, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia Harga saham TRON hingga pukul 14.00 WIB berada di level Rp 93 per lembar saham, atau turun 2,11 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Sabar Ya! Bahlil dan Purbaya Masih Hitung-hitung Bea Keluar Batu Bara
-
Inalum Catatkan Rekor Produksi dan Penjualan Paling Tinggi Sepanjang Tahun 2025
-
IHSG Sempat 9.000, Purbaya Percaya Diri: Itu Baru Awal, Akan Naik Terus
-
Sempat Tembus 9.000, IHSG Akhirnya Terkoreksi Imbas Aksi Ambil Untung
-
Bahlil Tetap Proses Izin Pertambangan Ormas Meski Aturan Digugat di MK
-
Gen Z Bisa Miliki Rumah, Hunian Terjangkau Ini Jadi Alternatif di Tengah Harga Melambung
-
Bahlil Sengaja Tahan Produksi Batu Bara Jadi 600 Juta di 2026 Demi Harga Stabil
-
Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya
-
IHSG Tembus Level 9.000, Menkeu Purbaya: Lanjut Terus!
-
Dolar AS Ngamuk Bikin Rupiah Terkapar Lemah ke Level Rp 16.798