- PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) membantah kabar kantornya dekat warung kelontong di Depok melalui keterbukaan informasi.
- Kantor perseroan diklaim berada di area komersial miliknya, Dave Apartment Lantai GF, Jalan Palakali, Depok, Jawa Barat.
- Manajemen DADA menyatakan kabar tersebut tidak memengaruhi operasional perusahaan maupun harga sahamnya yang stabil di Rp 50.
Suara.com - PT Diamond Citra Propertindo Tbk. (DADA) membela diri adanya kabar soal lokasi kantor dekat warung kelontong di Depok. Hal ini, tersiar luas di media sosial di mana, dalam informasi alamat perseroan mengarah dekat warung kelontong dan jalan yang kecil.
Menukil keterbukaan informasi, manajemen Diamond Citra Propertindo menyanggah dan mengklaim berkantor di area komersial Dave Apartment Lantai GF Dave Apartment.
Kawasan komersial itu merupakan milik perseroan yang tengah dikembangkan yang beralamat di Jl Palakali, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.
"Dengan demikian, tidak benar bahwa kantor Perseroan berada di warung kelontong sebagaimana diberitakan," tulis Manajemen Diamond Citra Propertindo seperti dikutip, Jumat (21/11/2025).
Manajemen DADA juga memastikan ada pendana atau plang nama perseroan yang menunjukkan lokasi kantor. Sementara, adanya kabar tersebut, diakui manajemen tidak mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan dan mempengaruhi harga saham.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan unggahan akun di instagram yang memuat hasil penelusuran alamat kantor DADA. Dalam unggahan foto, diketahui bahwa alamat kantor DADA merujuk ke lokasi deretan warung kelontong.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham DADA masih berada di level harga Rp 50 per lembar saham. Level itu telah dihuni perseroan sejak 23 Oktober 2025 mendatang.
Apa Bisnis DADA
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) merupakan salah satu emiten properti yang agresif menggarap pasar hunian urban dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini dikenal sebagai pengembang yang fokus pada pembangunan kawasan residensial dan komersial, terutama di wilayah Jabodetabek.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Mana Pemain Saham Gorengan yang Sudah Ditangkap?
DADA mengusung model bisnis yang terfokus pada pengembangan real estat, mulai dari apartemen, condovilla, rumah tapak, hingga ruko.
Sejumlah proyeknya cukup dikenal, seperti Dave Apartment di Depok, Apple Condovilla di Jakarta Selatan, hingga klaster perumahan Neo Cyprus dan Neo Arcadia. Perusahaan ini juga mengembangkan proyek townhouse premium seperti Vanadium, serta beberapa area komersial lainnya.
Tidak hanya membangun, DADA juga menjalankan bisnis pendukung properti seperti pengelolaan aset (asset management), jasa makelar properti, hingga layanan pemasaran properti.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi
-
Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu
-
Pengusaha IHT Minta Pemerintah Membina, Bukan Binasakan Industri Tembakau
-
Bahlil: Realisasi Investasi Sektor ESDM Investasi Turun, PNBP Gagal Capai Target
-
Timothy Ronald dan Akademi Crypto Mendadak Viral, Apa Penyebabnya
-
Indonesia Raih Posisi Runner-up di Thailand, BRI Salurkan Bonus Atlet SEA Games 2025
-
Fenomena Demam Saham Asuransi Awal 2026, Kesempatan atau Jebakan Bandar?
-
IATA Awali Operasional Tambang di Musi Banyuasin, Gandeng Unit UNTR
-
Realisasi PNBP Migas Jauh dari Target, Ini Alasan Bahlil
-
APBN Tekor Hampir 3 Persen, Dalih Purbaya: Saya Buat Nol Defisit Bisa, Tapi Ekonomi Morat-marit