- Harga minyak Asia stabil pada 28/11/2025, investor menanti hasil negosiasi damai Ukraina-Rusia oleh AS.
- Minyak Brent USD 63,35 dan WTI naik 0,6% jadi USD 59,02, didukung prospek pemangkasan suku bunga The Fed.
- Pasar juga fokus menunggu pertemuan OPEC yang diperkirakan tidak akan meningkatkan produksi minyak mentah global.
Suara.com - Harga minyak dunia di pasar Asia stabil pada perdagangan Jumat (28/11/2025). Dilaporkan para investor masih menanti kemajuan proses negosiasi damai Ukraina dan Rusia yang dimediasi Amerika Serikat (AS). Selain itu pasar juga menunggu pertemuan penting Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mengukur prospek pasokan di awal tahun 2026.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka tercatat berada di angka USD 63,35 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen menjadi USD 59,02 per barel.
Tercatat, kedua kontrak tersebut diperkirakan naik lebih dari 1 persen dalam seminggu, dibantu oleh meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve bulan depan.
Di tengah situasi ini, pasar menantikan perdamaian antara Rusia-Ukraina yang sedang diupayakan AS. Dilaporkan, AS telah mendorong Ukraina untuk menyusun kerangka kerja yang sebelumnya direvisi guna mengakhiri perang melalui negosiasi dan menyerahkan sebagian wilayahnya untuk Rusia.
Setiap kemajuan yang kredibel dalam upaya damai itu disebut akan berdampak terhadap harga minyak dunia. Karena diyakini dapat meredakan hambatan terkait sanksi terhadap ekspor minyak Rusia seiring waktu, sehingga menghapus sebagian risiko geopolitik yang berpengaruh pada harga minyak mentah.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kerangka perdamaian yang disusun AS-Ukraina bisa menjadi dasar perjanjian pada masa depan. Meskipun, belum ada rancangan akhir yang disetujuinya, dan menegaskan Rusia tidak akan menawarkan konsesi besar.
Untuk itu pada pekan depan, utusan khusus AS Steve Witkoff bersama pejabat senior lainnya akan mendatangi Moskow. Kunjungi diyakini dapat mengurangi risiko pasokan yang dirasakan, meskipun banyak yang meragukan adanya terobosan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, di tengah situasi geopolitik yang belum pasti, perhatian pasar beralih ke pertemuan OPEC yang dijadwalkan digelar pada pekan ini. Dalam pertemuan itu diperkirakan negara-negara produsen minyak akan menghindari peningkatan produksi.
Para delegasi dilaporkan telah memberi isyarat kemungkinan mereka malah berfokus pada penerapan mekanisme peninjauan kapasitas yang telah direncanakan sejak lama karena mencoba menyeimbangkan meningkatnya pasokan non-OPEC dengan permintaan global yang masih tidak merata.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Dipicu Pembukaan Pemuatan Rusia
"Prospek fundamentalnya masih cukup mirip dengan pertemuan terakhir grup tersebut," ujar analis ING dalam sebuah catatan.
Berita Terkait
-
Rusia-Ukraina Mau Damai, Harga Minyak Dunia Kembali Merosot
-
Harga Minyak Stabil, Pasar Cermati Sinyal Perdamaian Rusia-Ukraina
-
Harga Minyak Dunia Stabil, Ditahan Dua Faktor: Damai Rusia-Ukraina dan Sanksi AS
-
Harga Minyak Dunia Melemah, di Tengah Upaya Trump Tekan Ukraina Terima Damai dengan Rusia
-
Harga Minyak Dunia Kembali Mendidih, Gegara Aksi AS Mau Akhir Perang Rusia-Ukraina
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM