- Riset UOB ACSS 2025 menunjukkan sentimen konsumen Indonesia waspada, ditandai indeks turun menjadi 55 dari 58 tahun sebelumnya.
- Konsumen Indonesia menjadi lebih selektif dalam belanja karena dampak inflasi, fokus pada kebutuhan pokok dan memanfaatkan diskon.
- Meskipun berhati-hati, pengeluaran untuk pengalaman seperti perjalanan serta penggunaan pembayaran digital tetap meningkat signifikan.
Konsumen yang lebih muda menunjukkan preferensi kuat terhadap pengalaman tersebut, dengan 85 persen Gen Z memandang hal ini penting bagi kesejahteraan mereka, yang mencerminkan keseimbangan antara pengeluaran yang bijaksana dan kesenangan pribadi.
Lebih Pilih Pembayaran Digital
Kesadaran finansial juga meningkat di kalangan konsumen Indonesia. Tiga dari empat responden menabung lebih dari 10 persen dari pendapatan bulanan mereka, naik dari 70 persen pada tahun 2024, menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam disiplin keuangan pribadi.
Hampir sembilan dari 10 orang memiliki dana darurat, dan 31 persen di antaranya menyatakan memiliki dana darurat yang cukup untuk menutupi pengeluaran setidaknya selama tujuh bulan.
Keyakinan dalam pengelolaan keuangan pribadi tetap kuat, dengan sembilan dari 10 orang Indonesia menganggap diri mereka mampu mengelola keuangan pribadi secara efektif.
Pembayaran digital terus mendominasi transaksi harian. Studi ACSS 2025 menunjukkan bahwa pemindaian QR untuk membayar, dompet elektronik, dan aplikasi mobile banking merupakan metode pembayaran yang paling disukai konsumen Indonesia, kemungkinan didorong oleh kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan kemampuan untuk melacak pengeluaran secara digital.
Meningkatnya penggunaan pembayaran digital mendukung penguatan kebiasaan finansial, memungkinkan masyarakat Indonesia untuk memantau dan mengelola pengeluaran harian mereka secara lebih efektif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja
-
Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T
-
IESR Bongkar Dampak dari Kebijakan Bebas Pajak Kendaraan Listrik Dihapus
-
Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW
-
Viral Narasi Dana Nasabah Himbara Dipakai untuk Program MBG, OJK dan LPS: Hoaks!
-
Menaker Akan Wajibkan Perusahaan Ikut Gaji Peserta Program Magang Nasional
-
Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional