Bisnis / Keuangan
Jum'at, 12 Desember 2025 | 10:06 WIB
Green Economic Outlook 2026, Jakarta, Kamis (11/12/2025). [Suara.com/Fakhri]
Baca 10 detik
  • Pembiayaan hijau Indonesia diprediksi menguat signifikan pada tahun 2026 didorong regulator dan transparansi global.
  • Peningkatan pembiayaan hijau terkendala kesiapan pelaku usaha dan kualitas dokumentasi proyek berkelanjutan.
  • Investasi berkelanjutan global menunjukkan imbal hasil 12,5%, lebih tinggi dari investasi tradisional 9,2%.

Merujuk laporan Sustainability Reality dari Ford & Stanley, rata-rata imbal hasil investasi berkelanjutan mencapai 12,5 persen, lebih tinggi dari dana tradisional yang tumbuh 9,2 persen.

Menurutnya, ESG kini berkembang tidak hanya sebagai kewajiban kepatuhan, tetapi juga menjadi instrumen manajemen risiko dan katalis pertumbuhan bagi perusahaan maupun masyarakat.

“Tentu dari data ini mengirimkan suatu pesan yang penting di mana perusahaan mulai melihat bahwa ESG ini bukan hanya sekadar baik terhadap bumi dan masyarakat serta stakeholder, tetapi bagaimana pembiayaan ESG memiliki implikasi terhadap imunitas ekonomi yang lebih kuat dan kinerja finansial yang lebih baik,” pungkas Unggul.

Load More