- Kemenhut bersama Faunaland Indonesia dan Vantara meninjau Rumah Sakit Gajah Way Kambas untuk perbaikan ekosistem Gajah Sumatera yang kritis.
- Populasi Gajah Sumatera statusnya sangat terancam karena penurunan drastis dan fragmentasi habitat menjadi hanya sekitar 21 kantong.
- Vantara akan membantu merevitalisasi fasilitas di Way Kambas, termasuk potensi pembangunan rumah sakit gajah baru di Sumatera.
Suara.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat langkah perlindungan Gajah Sumatera yang kini berstatus kritis.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui kunjungan ke Rumah Sakit Gajah di Taman Nasional Way Kambas bersama Faunaland Indonesia serta mitra internasional, Vantara dari India.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian Gajah Sumatera sekaligus memperbaiki ekosistem yang menjadi habitat satwa dilindungi tersebut.
Kolaborasi lintas lembaga dan mitra global dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program konservasi.
Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal KSDAE Kemenhut, Ahmad Munawir, menyebut langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait perbaikan ekosistem hutan.
“Kunjungan kita ke sini (Way Kambas) bersama tim dari Faunaland Indonesia, dan juga Vantara bahwa ini adalah bentuk komitmen daripada Kementerian Kehutanan, khususnya menteri kita, Pak Raja Juli bahwa kita harus memperbaiki ekosistem sebagai habitat daripada Gajah Sumatera,” terang Munawir dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).
Munawir menjelaskan, berdasarkan data internasional, populasi Gajah Sumatera masuk dalam kategori Critically Endangered.
Kondisi tersebut terjadi akibat penurunan populasi yang signifikan serta kerusakan habitat alami.
Ia memaparkan, kantong habitat gajah yang sebelumnya tersebar di lebih dari 44 lokasi kini menyusut drastis menjadi sekitar 21 kantong yang terfragmentasi.
Baca Juga: Kemenhut Mulai Verifikasi Kayu Gelondongan Bencana Sumatera
Situasi ini dinilai memperbesar risiko konflik satwa dengan manusia sekaligus mengancam keberlangsungan populasi gajah.
Untuk itu, Kemenhut mendorong kolaborasi multipihak guna menyelamatkan Gajah Sumatera, termasuk melalui pembangunan konektivitas antarhabitat dengan pendekatan koridor ekologis.
Selain aspek habitat, Kemenhut juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam penguatan fasilitas penanganan gajah, salah satunya melalui revitalisasi Rumah Sakit Gajah Way Kambas.
“Dari Vantara akan membantu Indonesia untuk membangun atau merevitalisasi yang tadi, rumah sakit Gajah di Way Kambas dan mungkin ke depan kiranya juga bisa membangun rumah sakit lainnya yang ada di Pulau Sumatera yang mungkin di Riau dan mungkin di Aceh,” ujar Munawir.
Sementara itu, CEO Faunaland Indonesia, Danny Gunalen, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Kehutanan kepada pihaknya dalam mendukung upaya konservasi Gajah Sumatera.
“Kami lembaga konservasi di Indonesia adalah perwakilan dari Vantara. Vantara adalah rescue center terbesar di dunia yang berada di Jamagar milik Anant Ambani, beliau adalah pemerhati hewan dan pegiat hewan,” ungkap Danny.
Berita Terkait
-
Apa Itu EEHV? Virus Herpes Gajah yang Dikenal Mematikan, Begini Cara Penularannya
-
Viral Gajah Sumatera Terseret Banjir, Angka Populasinya Dipertanyakan
-
Berapa Biaya Masuk Taman Nasional Tesso Nilo? Rumah Gajah Sumatera yang Digusur Kebun Sawit
-
Mengenal Taman Nasional Tesso Nilo, Rumah Terakhir Gajah Sumatera yang Direbut Kebun Sawit Ilegal
-
Harta Karun Geologi: Lihat 70% Keutuhan Fosil Gajah Purba yang Baru Ditemukan di Jatim!
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Sengketa Hotel Sultan: Jejak PT Indobuildco dan Kontroversi Dinasti Bisnis Sutowo
-
Harga Bitcoin Optimis Kembali ke Level USD 90.000 Usai Terperosok ke USD 61.000
-
IHSG Perkasa di Sesi I Naik 1,26%, 595 Saham Terbang
-
Bank Cirebon Bangkrut: Izin Dicabut, Pemkot Respon Sikap OJK dan LPS
-
Saham INET Diborong, Akumulasinya Capai Rp 110 Miliar
-
Harga Minyak Melemah di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
-
Kapan Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap I 2026, Ini Ketentuannya
-
Kementerian PKP Bakal Bangun Rusun Delapan Lantai di Solo untuk Anggota Kopassus
-
Pembiayaan Flexi Mitra Mabrur Bank Mega Syariah Melonjak 180 Persen
-
Ibu Mekaar Menuju Tanah Suci: PNM Temani Hidup Saya dari Nol hingga Bisa Sekolahkan Anak