- Pada Minggu (28/12/2025), harga komoditas pangan nasional, termasuk cabai dan beras, menunjukkan tren penurunan signifikan berdasarkan data BPN.
- Kelompok cabai mencatat koreksi harga terdalam harian, sementara protein hewani seperti daging ayam dan telur juga mengalami pelemahan harga.
- Penurunan harga juga meliputi beras, bawang, dan beberapa komoditas strategis lain, mengindikasikan pasokan terjaga meski konsumsi akhir tahun meningkat.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan nasional terpantau bergerak turun menjelang akhir tahun 2025 pada Minggu (28/12/2025).
Data panel harga pangan Badan Pangan Nasional (BPN) menunjukkan koreksi harga terjadi pada berbagai bahan pokok, mulai dari cabai, beras, daging, hingga komoditas pangan strategis lainnya.
Berdasarkan data rata-rata harga nasional yang dihimpun dari berbagai zona pasar di Indonesia, pergerakan harga ini dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya, yakni per 27 Desember 2025.
Tren penurunan mengindikasikan pasokan relatif terjaga di tengah meningkatnya konsumsi akhir tahun.
Kelompok cabai mencatat penurunan cukup signifikan. Cabai rawit merah berada di level Rp65.016 per kilogram setelah turun Rp1.584 atau 2,38 persen.
Penurunan lebih dalam terjadi pada cabai merah besar yang terkoreksi Rp1.437 atau 3,09 persen menjadi Rp45.045 per kilogram.
Harga cabai merah keriting juga bergerak turun tajam. Komoditas ini tercatat Rp48.679 per kilogram setelah turun Rp1.995 atau 3,94 persen, menjadi salah satu penurunan harian terdalam di kelompok hortikultura.
Dari sisi protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp39.863 per kilogram setelah turun Rp243 atau 0,61 persen.
Sementara harga daging sapi murni berada di level Rp135.641 per kilogram usai turun Rp258 atau 0,19 persen.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Kompak Turun Usai Natal, Cabai hingga Bawang Merah Merosot Tajam
Harga daging kerbau juga ikut melandai. Daging kerbau beku impor tercatat Rp107.183 per kilogram setelah turun Rp128 atau 0,12 persen.
Adapun daging kerbau segar lokal berada di angka Rp140.244 per kilogram dengan penurunan Rp82 atau 0,06 persen.
Komoditas telur ayam ras tercatat Rp31.465 per kilogram. Harga tersebut turun Rp136 atau 0,43 persen dibandingkan hari sebelumnya, melanjutkan tren pelemahan harga protein hewani.
Dari kelompok bumbu dapur, bawang putih bonggol tercatat Rp37.892 per kilogram setelah turun Rp232 atau 0,61 persen.
Harga bawang merah juga bergerak turun ke level Rp46.156 per kilogram, terkoreksi Rp826 atau 1,76 persen.
Komoditas beras turut mengalami penurunan meski relatif tipis. Harga beras premium tercatat Rp15.485 per kilogram setelah turun Rp38 atau 0,24 persen.
Berita Terkait
-
Panggul Beras Menteri Zulhas Disorot, Apa Tugas Menko Pangan?
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Turun setelah Berhari-hari Melonjak
-
Kementan Disorot Usai Rincian Bantuan Bencana Viral, Harga Beras Rp60 Ribu/Kg Dinilai Janggal
-
Mentan Amran Lepas 207 Truk Logistik ke Sumatra, Angkut Migor, Susu Hingga Beras
-
Harga Cabai Rawit Merah Terus Melonjak, Tembus Rp 60.000 per Kg
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina