- Kementerian ESDM menambah pasokan LPG di Sumatera Utara pascabencana dan jelang perayaan akhir tahun.
- Persentase stok LPG Sumatera Utara saat ini mencapai 108%, melebihi rata-rata normal pascabencana sebesar 106%.
- Ketersediaan energi nasional seperti listrik dan BBM dinyatakan aman untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan akhir tahun.
Suara.com - Kementerian ESDM menambah ketersedian LPG di Sumatera Utara pasca-bencana yang terjadi, sekaligus untuk menjaga ketersediaan pada periode perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.
Adapun persentase stok LPG di wilayah tersebut mencapai 108 persen.
"Untuk LPG, kita juga sudah ada penambahan untuk Sumatera Utara, yang daerah 100 persen saat ini sudah sampai 108 persen, itu sudah berlebih. Kemudian itu ada daerah-daerah yang kurang konsumsinya, ini kita alihkan untuk kebutuhan konsumsi yang ada di Sumatera Utara," jelas Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung lewat keterangannya pada Kamis (25/12/2025).
Tercatat, pasca-bencana yang terjadi rata-rata penyaluran LPG untuk Sumatera Utara sebesar 106 persen, dari rata-rata harian normal 1.663 metrik ton (MT)/hari menjadi 1771 MT/hari.
Jumlah itu terdiri dari LPG subsidi sebesar 1.734 MT/hari dan LPG non-subsidi 37 MT/hari.
Untuk ketahanan stok LPG secara nasional levelnya berada di angka 12 hari, dengan total ketersediaan mencapai 309.968 MT.
Sementara untuk listrik juga berada dalam status aman, Total daya mampu pasok sebesar 54.819 MW, dengan total beban puncak berada pada besaran 45.802 MW pada tanggal 22 Desember.
Kemudian ketersediaan BBM secara nasional dalam kondisi aman per tanggal 22 Desember.
Tercatat untuk BBM bersubsidi jenis Ron 90 atau Pertalite ketahanan stok atau coverage days berada di level 21 hari.
Baca Juga: Obral Insentif! ESDM Lelang 8 Blok Migas Tahap III: Ada 'Raksasa' Papua 15 Miliar Barel
Sedangkan untuk bensin Ron 92 ketahanannya stoknya 26 hari, dan bensin Ron 95 ketahanan stok 35 hari.
Untuk solar bersubsidi atau Solar CN 48 selama 15 hari, solar CN 53 ketersediaan 20 hari, Avtur 29 hari, dan ketahanan stok minyak tanah 29 hari.
Yuliot pun memastikan, Kementerian ESDM bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan langkah-langkah strategis untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat pada momen akhir tahun ini.
"Kami mengantisipasi, yang pertama itu ada ketersediaan BBM secara cukup. Yang kedua ini LPG untuk kebutuhan masyarakat. Yang ketiga keandalan kelistrikan. Yang keempat ini kita juga karena ini di akhir tahun kemungkinan curah hujan tinggi, mungkin kebencanaan hidrologi, geologi itu justru relatif lebih tinggi," beber Yuliot.
Berita Terkait
-
Tekan Impor LPG, ESDM Buka Wacana Beri Subsidi Penggunaan DME
-
Krisis BBM SPBU Swasta, Akankah Terulang Tahun Depan?
-
PGN Bawa Pasokan Logistik ke Desa Terisolir di Perbatasan Sumut Aceh
-
Aturan Baru LPG Subsidi Disusun: Penjualan Akan Dibatasi Berdasarkan Desil Ekonomi
-
Jelang Akhir Tahun Pertamina Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional Sektor Energi
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
-
Pemerintah Klaim Harga Pangan Masih Stabil Jelang Imlek dan Ramadan
-
BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera
-
Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Tok! Pemerintah Gratiskan PPN 100 Persen untuk Tiket Pesawat Lebaran 2026, Cek Syaratnya
-
DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel
-
Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji
-
Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch
-
11 Juta PBI BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif, Bagaimana Dana Jaminan Sosial Dikelola?