- Rupiah dibuka melemah ke Rp16.730 per dolar AS akibat sentimen geopolitik global.
- Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS picu kekhawatiran pasar terhadap aset berisiko.
- Analis prediksi rupiah bergerak di rentang Rp16.650 - Rp16.800 sepanjang hari ini.
Suara.com - Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan perdana di pekan pertama Januari 2026 dengan rapor merah.
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda dibuka melemah pada level Rp16.730 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (5/1/2026) pagi.
Posisi ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,04 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu yang berada di level Rp16.725 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga tercatat bertengger di level Rp16.725 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah kali ini sangat dipengaruhi oleh sentimen global yang memanas. Salah satu pemicu utamanya adalah ketegangan geopolitik terkait penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh pihak Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Sentimen ini memicu kekhawatiran geopolitik yang menekan minat investor terhadap aset berisiko," ujar Lukman, Senin (5/1/2026).
Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung menjauhi mata uang negara berkembang (emerging markets) dan beralih ke aset aman (safe haven), yang pada akhirnya mendongkrak Indeks Dolar AS ke level 98,57, naik dari posisi akhir pekan lalu di 98,42.
Pelemahan rupiah sejalan dengan tren mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga terpantau bervariasi dengan kecenderungan melemah terhadap greenback:
- Ringgit Malaysia: Melemah terdalam sebesar 0,27%.
- Won Korea: Turun 0,24%.
- Dolar Singapura: Melemah 0,15%.
- Yen Jepang: Terkoreksi 0,14%.
- Peso Filipina: Turun 0,04%.
Di sisi lain, hanya Baht Thailand dan Dolar Taiwan yang mampu melawan arus dengan penguatan masing-masing sebesar 0,16% dan 0,08% pagi ini.
Lukman memprediksi rupiah masih akan berada di bawah tekanan hingga sore nanti. "Rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.650 hingga Rp16.800 per dolar AS sepanjang hari ini," pungkasnya.
Baca Juga: Rupiah Merosot, Intip Kurs Jual Beli Dolar AS di Bank Mandiri, BCA, BRI, dan BNI
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit