- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi fokus perdagangan di BEI pada Selasa, 6 Januari 2026, meskipun mengalami koreksi tipis.
- Antusiasme pasar ditunjukkan dengan volume perdagangan mencapai 3 miliar saham dan nilai transaksi melebihi Rp1,70 triliun hingga siang.
- Investor memandang optimis karena diversifikasi bisnis BUMI ke sektor mineral, terutama emas dan tembaga, melalui peningkatan kepemilikan saham JML.
Suara.com - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (6/1/2026) kembali menempatkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai pusat perhatian.
Meski sempat mengawali perdagangan sesi I dengan tekanan, emiten pertambangan raksasa milik Grup Bakrie dan Salim ini berhasil menunjukkan daya tahan dan perlahan bangkit kembali.
Hingga pukul 11.38 WIB, harga saham BUMI terpantau berada di level Rp458, mengalami koreksi tipis sebesar 1,29%. Kendati demikian, antusiasme pasar tetap terlihat sangat tinggi.
Hal ini dibuktikan dengan volume perdagangan yang telah menembus angka 3 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 115.000 kali. Total nilai transaksi pada siang ini bahkan sudah melampaui angka fantastis Rp1,70 triliun.
Akumulasi dan Analisis Teknikal: Target Ke Rp505
Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya aksi borong yang cukup masif di tengah fluktuasi harga.
BUMI mencatatkan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp111,3 miliar, yang menandakan kepercayaan investor institusi masih sangat solid.
Sejumlah sekuritas ternama pun memberikan pandangan optimis terhadap pergerakan harga BUMI ke depan:
Kiwoom Sekuritas: Memasang target harga pertama di level 474, dengan potensi penguatan lebih lanjut menuju target kedua di posisi 505.
Baca Juga: IHSG Meroket ke Level Tertinggi, Apa Saja Saham yang Cuan?
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS): Menyatakan bahwa BUMI masih berada dalam tren bullish yang kuat. Secara teknikal, saham ini terus membentuk pola higher high. BRIDS memprediksi BUMI akan segera menguji level resistance terdekat di kisaran 480-an.
Phintraco Sekuritas: Memiliki pandangan senada dengan menetapkan target harga ketiga di level psikologis 500.
Diversifikasi Bisnis Jadi Pendorong Utama
Loncatan minat investor terhadap BUMI tidak lepas dari transformasi fundamental yang tengah dilakukan perusahaan.
BRI Danareksa Sekuritas membedah bahwa kunci utama penguatan ini adalah langkah diversifikasi yang agresif. BUMI tidak lagi hanya bergantung pada komoditas batu bara.
Melalui skema rights issue terbaru, BUMI kini memperkuat posisi strategisnya di sektor mineral dengan meningkatkan porsi kepemilikan menjadi sekitar 64,98% di Jubilee Metals Limited (JML).
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK