- Exercise saham adalah pelaksanaan hak membeli atau menjual saham pada harga telah ditentukan sebelum masa berlaku berakhir.
- Konsep utamanya melibatkan hak bukan kewajiban, harga pelaksanaan tetap, dan potensi keuntungan jika harga pasar tinggi.
- Pelaksanaan terjadi melalui instrumen seperti waran, opsi karyawan, atau saat mempertahankan kepemilikan pada *right issue*.
Suara.com - Dalam dunia investasi saham, para investor sering kali menjumpai istilah-istilah teknis yang terdengar rumit namun memiliki potensi keuntungan besar.
Salah satu istilah yang krusial untuk dipahami, terutama di tengah maraknya aksi korporasi pada tahun 2026 ini, adalah Exercise Saham.
Secara sederhana, exercise saham adalah tindakan melaksanakan hak untuk membeli atau menjual saham pada harga yang telah ditentukan sebelumnya (harga pelaksanaan atau strike price) sebelum kontrak atau masa berlakunya berakhir.
Mengutip informasi BEI, tindakan ini merupakan proses transformasi dari sebuah "hak" (seperti opsi atau waran) menjadi kepemilikan saham riil di portofolio investor.
Konsep Utama di Balik Exercise Saham
Ada tiga pilar utama yang perlu dipahami investor sebelum memutuskan untuk melakukan eksekusi:
- Hak, Bukan Kewajiban: Pemegang waran atau opsi memiliki hak penuh untuk membeli atau menjual saham. Namun, mereka tidak wajib melakukannya. Jika harga pasar ternyata tidak menguntungkan, pemegang hak bisa membiarkannya hangus begitu saja.
- Harga Pelaksanaan (Exercise Price): Ini adalah harga tetap yang telah disepakati saat kontrak diberikan. Keuntungan investor sangat bergantung pada selisih antara harga tetap ini dengan harga pasar yang sedang berlangsung.
- Potensi Keuntungan: Keuntungan finansial akan tercipta jika harga pasar saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga pelaksanaan (dalam kasus call option atau waran). Kondisi ini sering disebut dengan istilah In the Money.
Contoh Penerapan di Pasar Modal
Tindakan exercise biasanya muncul dalam tiga skenario besar di bursa saham:
Waran (Warrant): Investor yang memiliki waran hasil dari bonus pembelian saham perdana (IPO) dapat menebusnya menjadi saham biasa. Dengan membayar sejumlah uang sesuai harga pelaksanaan, jumlah lot saham investor akan bertambah secara riil.
Baca Juga: Danantara Bagi-bagi Porsi Saham BRI, BNI, Bank Mandiri ke BP BUMN
Opsi Saham Karyawan (ESOP): Banyak perusahaan besar di Indonesia memberikan opsi saham kepada karyawannya.
Karyawan dapat mengeksekusi (exercise) opsi tersebut untuk membeli saham perusahaan di harga yang sangat rendah (harga saat opsi diberikan), lalu menjualnya di harga pasar saat ini untuk meraup profit.
Right Issue: Saat perusahaan melakukan penambahan modal, pemegang saham lama diberikan hak (Right) untuk membeli saham baru. Mengutip Gramedia, melakukan exercise pada hak ini sangat penting bagi investor yang ingin mempertahankan persentase kepemilikannya agar tidak terdilusi oleh pemegang saham baru.
Panduan Praktis Cara Melakukan Exercise
Bagi investor ritel yang menggunakan platform trading modern seperti Stockbit atau aplikasi sekuritas lainnya, proses exercise tidaklah sulit namun memerlukan ketelitian waktu. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Pastikan Dana Mencukupi: Sebelum melakukan eksekusi, pastikan saldo tunai (RDI/RDN) Anda mencukupi untuk menebus jumlah saham yang diinginkan sesuai harga pelaksanaan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026