- PT Techno9 Indonesia (NINE) akan bertransformasi ke sektor pertambangan melalui akuisisi aset di Mongolia.
- Akuisisi aset senilai indikatif US$100 juta ini didanai penuh melalui skema *rights issue* tanpa kas internal.
- NINE menargetkan penyerahan Pendaftaran *rights issue* kepada otoritas selambat-lambatnya pada Kuartal II tahun 2026.
Suara.com - Rencana transformasi bisnis PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) ke sektor pertambangan di bawah kendali pemegang saham baru, Poh Group, menarik perhatian pasar.
Berikut adalah fakta-fakta kunci berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan per Rabu, 7 Januari 2026:
1. Skema Pendanaan Tanpa Kas Internal
Direktur NINE, Nuzwan Gufron, menegaskan bahwa proses akuisisi aset tambang ini sepenuhnya akan menggunakan skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Perseroan memastikan tidak akan menggunakan kas internal maupun pinjaman dari perbankan atau pihak ketiga dalam transaksi ini.
2. Jadwal Pernyataan Pendaftaran
NINE menargetkan untuk menyerahkan Pernyataan Pendaftaran rights issue kepada otoritas terkait paling lambat pada Kuartal II tahun 2026.
3. Nilai dan Profil Aset di Mongolia
Nilai Indikatif: Aset tambang tersebut diperkirakan bernilai US$100 juta atau setara dengan Rp1,6 triliun (angka final menunggu penilaian independen).
Baca Juga: Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Pemilik Awal: Aset saat ini dimiliki oleh Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR), perusahaan yang terafiliasi dengan pengendali NINE.
Skala Operasional: PGGR mengoperasikan tambang terbuka (open pit) dan tambang bawah tanah (underground) dengan total aset grup mencapai US$500 juta serta mempekerjakan lebih dari 1.000 karyawan.
4. Penguasaan Hak Opsi
Saat ini, NINE telah mengamankan hak opsi untuk mengambil alih aset di Mongolia tersebut dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.
5. Perubahan Pengendali Saham
Aksi korporasi ini merupakan bagian dari langkah strategis setelah Poh Group resmi masuk sebagai pemegang saham utama sekaligus pengendali baru bagi emiten berkode saham NINE tersebut.
DISCLAIMER: Data dan fakta di atas dirangkum dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham NINE. Investasi saham memiliki risiko volatilitas dan ketidakpastian aksi korporasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!
-
BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026
-
PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam
-
IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya
-
Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru
-
Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini
-
Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA