- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan jagung strategis untuk pangan, peternakan, dan industri nasional.
- Kebutuhan jagung sektor peternakan (pakan) berdampak langsung pada harga produk ternak jika pasokan terganggu.
- Jagung menjadi bahan baku ekspor industri, seperti fruktosa untuk makanan dan farmasi, menurut Airlangga.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komoditas jagung memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional.
Jagung, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai bahan pangan, tetapi juga menopang sektor peternakan dan industri.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kebutuhan jagung agar tidak terjadi tarik-menarik kepentingan antar sektor.
“Jagung itu ada tiga fungsi yaitu satu selain untuk food, juga untuk feed, untuk tanaman ternak, dan yang ketiga untuk industri,” kata Airlangga di Menara Kadin, Selasa (13/1/2025).
Menurutnya, ketiga jalur kebutuhan tersebut harus dijaga agar berjalan paralel.
Pemerintah dan pelaku usaha diminta tidak hanya fokus pada satu sektor, tetapi memastikan pasokan jagung tersedia secara berkelanjutan untuk seluruh kebutuhan.
Airlangga menilai, sektor peternakan sangat bergantung pada ketersediaan jagung sebagai bahan baku utama pakan.
Ketika pasokan terganggu, dampaknya akan langsung terasa pada harga daging ayam, telur, hingga produk peternakan lainnya.
Di sisi lain, jagung juga memiliki peran penting dalam sektor industri. Airlangga menyebut jagung menjadi bahan baku berbagai produk turunan yang bernilai tambah tinggi.
Baca Juga: Gelontorkan Rp 335 Triliun, Pemerintah Jamin Program MBG Tak Terkendala Anggaran
“Karena untuk industri misalnya jagung itu menjadi source untuk fructose dan juga untuk penyedap masakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, fruktosa berbasis jagung tidak hanya dibutuhkan industri makanan, tetapi juga sektor farmasi. Produk tersebut bahkan telah menjadi komoditas ekspor ke berbagai negara.
“Sehingga ini hal-hal yang harus didorong dan juga fructose itu dibutuhkan untuk pharmaceutical industry dan fructose juga diekspor ke berbagai negara,” lanjut Airlangga.
Airlangga juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani dan konsumen.
Menurutnya, keseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi kunci agar komoditas ini tetap memberikan manfaat ekonomi yang luas.
Lebih lanjut, Airlangga menyebut penguatan komoditas jagung menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Berita Terkait
-
Industri Pengolahan RI Loyo di 2025 Gegara Tarif Trump Hingga Geopolitik
-
Catatan Akhir Tahun, Aktivitas Industri Manufaktur RI Melambat
-
Pemerintah Putuskan Impor Garam Industri 1,1 Juta Ton, Buat Apa?
-
OSL Group Perkuat Jejak Global, Bawa Standar Kepatuhan Hong Kong ke Pasar Kripto RI
-
Cara Perusahaan BUMN Tingkatkan Keselamatan Industri Maritim
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya