- Pada Kamis (15/1/2026), harga pangan nasional mayoritas mengalami tren penurunan berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional.
- Penurunan harga signifikan terlihat pada beras, jagung, kedelai impor, bawang merah, dan beberapa jenis cabai.
- Kenaikan harga tipis terjadi pada beras khusus lokal dan daging kerbau segar lokal akibat keterbatasan pasokan.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional kembali menunjukkan tren melandai pada Kamis (15/1/2026).
Sejumlah komoditas strategis tercatat mengalami penurunan harga dibandingkan hari sebelumnya, berdasarkan panel harga pangan yang dikelola Badan Pangan Nasional.
Dari kelompok beras, harga beras SPHP tercatat berada di level Rp12443 per kilogram atau turun Rp32 setara 0,26 persen.
Penurunan ini terjadi seiring distribusi beras stabilisasi pasokan dan harga yang terus digencarkan di berbagai daerah.
Harga beras medium non SPHP juga mengalami koreksi. Rata-rata nasional beras medium non SPHP tercatat Rp13772 per kilogram atau turun Rp62 setara 0,45 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga beras konsumsi mulai mereda di tingkat pasar.
Sementara itu, harga beras medium tercatat Rp13708 per kilogram atau turun Rp52 setara 0,38 persen. Penurunan juga terjadi pada beras premium yang berada di level Rp15488 per kilogram atau melemah Rp107 setara 0,69 persen.
Di sisi lain, beras khusus lokal justru mengalami kenaikan tipis. Komoditas ini tercatat naik Rp41 atau 0,26 persen ke posisi Rp15860 per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu oleh keterbatasan pasokan di sejumlah sentra produksi lokal.
Selain beras, komoditas jagung turut mencatatkan penurunan harga. Jagung tingkat peternak tercatat di harga Rp6882 per kilogram atau turun Rp191 setara 2,70 persen.
Penurunan ini menjadi sinyal positif bagi sektor peternakan unggas yang bergantung pada jagung sebagai pakan utama.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Makin Murah Hari Ini, Bawang Merah hingga Beras Medium Ikut Turun
Harga kedelai biji kering impor juga bergerak turun. Rata-rata nasional kedelai impor berada di level Rp10705 per kilogram atau turun Rp195 setara 1,79 persen.
Pelemahan harga kedelai ini memberi ruang bagi pelaku industri tahu dan tempe.
Komoditas hortikultura menunjukkan tren serupa. Harga bawang merah tercatat turun Rp1790 atau 4,11 persen menjadi Rp41726 per kilogram. Penurunan tajam ini seiring meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi.
Sebelumnya, komoditas cabai juga mengalami koreksi signifikan. Cabai rawit merah tercatat turun Rp2243 atau 4,31 persen menjadi Rp49769 per kilogram, sementara cabai merah besar berada di level Rp36344 per kilogram atau turun Rp1427 setara 3,78 persen.
Dari kelompok protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp38740 per kilogram atau turun Rp560 setara 1,42 persen. Telur ayam ras juga melemah Rp412 atau 1,33 persen ke posisi Rp30666 per kilogram.
Untuk komoditas perikanan, harga ikan bandeng tercatat Rp36177 per kilogram atau turun Rp283 setara 0,78 persen. Ikan kembung juga berada di level Rp43967 per kilogram setelah turun Rp394 atau 0,89 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Harga Bahan Baku Plastik Selangit, Wamendag Minta UMKM Putar Otak Cari Alternatif
-
Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?
-
Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis
-
IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban
-
Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis
-
Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045
-
Transformasi Digital Hutama Karya: Command Center & Aplikasi Baru Percepat Penanganan Insiden Tol
-
Tiru Selat Hormuz, Purbaya Mau Kapal Lewat Selat Malaka Bayar ke RI
-
Tindakan Nyata di Hari Bumi, Pegadaian Luncurkan PURE Movement: Ajak Karyawan Daur Ulang Seragam
-
TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026: Komitmen Akses Merata