- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana *right issue* 90 miliar saham Seri E guna memperkuat struktur permodalan.
- Dana hasil aksi korporasi ini diprioritaskan untuk unit usaha jalan tol Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) dan pelunasan utang.
- Pemegang saham yang tidak ikut akan mengalami potensi dilusi kepemilikan saham hingga maksimal sebesar 33,33 persen.
Suara.com - Emiten milik Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), tengah menyusun langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalannya.
Perseroan berencana melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue sebanyak 90 miliar lembar saham.
Saham baru yang akan diterbitkan tersebut merupakan saham Seri E dengan nilai nominal dipatok sebesar Rp12 per unit. Seluruh saham anyar ini akan diambil dari portepel (saham dalam simpanan) perseroan.
Langkah korporasi ini diprioritaskan untuk mengoptimalkan struktur pendanaan pada unit usaha jalan tol, yakni Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).
Sebagai informasi, CCT telah resmi diakuisisi oleh anak usaha BNBR, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), pada awal tahun lalu.
Selain untuk menyokong operasional tol tersebut, dana segar yang diperoleh dari hasil right issue setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk beberapa poin krusial:
Pelunasan Kewajiban: Membayar utang perseroan maupun entitas anak kepada para kreditur.
Modal Kerja: Mendukung kebutuhan operasional harian BNBR dan anak usahanya.
Ekspansi Bisnis: Mempercepat pengembangan usaha yang sedang berjalan.
Baca Juga: Daftar Saham UMA Hari Ini 19 Januari 2026, BEI Ungkap Penyebabnya
Manajemen BNBR menegaskan memiliki otoritas untuk menyesuaikan rincian alokasi dana tersebut dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta faktor kelayakan lainnya demi pengelolaan modal yang paling optimal.
Aksi korporasi ini membawa konsekuensi bagi pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya.
Investor yang tidak berpartisipasi dalam right issue ini akan menghadapi risiko dilusi kepemilikan saham hingga maksimal 33,33 persen.
Untuk memuluskan rencana ini, BNBR akan meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada:
Hari/Tanggal: Jumat, 27 Februari 2026
Waktu: 14.00 WIB
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
Sidak ke Kepulauan Riau, Mentan Amran Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal: Ini Harus Diusut Tuntas
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
Bitcoin Masih Tertekan Aksi Jual, Harganya Kembali Melemah
-
Rupiah Lesu, Segini Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun 19 Januari 2026, Bawang Merah hingga Cabai Makin Murah
-
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40.000 Ton
-
Meski Naik Tipis, Emas Antam Terus Pecah Rekor, Harganya Rp 2.705.000/Gram
-
Dolar AS Menguat, Rupiah Terus Ambles ke Level Rp16.987
-
Penetrasi BEV Dinilai Paling Efektif Tekan Beban Subsidi APBN
-
IHSG Masih Kuat Bertahan di Level 9.100 pada Awal Perdagangan Selasa