- Kecelakaan kerja fatal menewaskan satu karyawan mitra kerja PT Limas Anugrah Steel di PLTU Sukabangun pada 21 Januari.
- Manajemen PLTU Sukabangun berkomitmen transparan dan siap berkoordinasi penuh dengan aparat penegak hukum terkait investigasi.
- PLTU Sukabangun melakukan audit mitra kerja sementara dan akan menindak tegas jika ditemukan kelalaian prosedur keselamatan.
Suara.com - Kecelakaan kerja terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat pada Rabu 21 Januari lalu. Dalam peristiwa itu dilaporkan satu orang meninggal dunia.
Korban meninggal merupakan karyawan dari PT Limas Anugrah Steel, mitra kerja PLTU Sukabangun.
Menanggapi peristiwa tersebut, manajemen PLTU Sukabangun berkomitmen akan transparan dan menyatakan siap berkoordinasi dengan aparat berwenang dalam proses penyelidikan.
"Kami mengambil tanggung jawab pengawasan ini dengan sangat serius. Sebagai langkah tanggap, kami telah melakukan penyesuaian sementara pada aktivitas terkait di lokasi untuk melakukan audit kepada seluruh mitra kerja," kata Manager PLTU Sukabangun, Zais Ariyono lewat keterangannya yang dikutip, Sabtu (23/1/2026).
Zais pun menegaskan, perusahaan siap mengambil langkah hukum, jika ditemukan adanya kelalaian prosedur.
"Jika ditemukan celah keamanan atau kelalaian prosedur, kami akan mengambil langkah hukum dan kontraktual yang sangat tegas agar kejadian ini menjadi yang terakhir," ujarnya.
Di samping, PLTU Sukabangun menyampaikan duka cita. Perusahaan juga memastikan akan memenuhi hak korban dan keluarganya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban dan keluarga. Bagi kami, keselamatan adalah aspek yang tidak bisa ditawar," pungkas Zais.
Baca Juga: PLN EPI Manfaatkan Limbah Aren dan Kayu Jadi Biomassa
Berita Terkait
-
PLTU Lontar Mulai Manfaatkan Kecerdasan Buatan, Buat Apa?
-
Mulai Digitalisasi, Pengumpulan Bahan Baku EBT Biomassa dari Petani Gunakan Sistem Marketplace
-
Alasan Indonesia Belum Jadi Raja Batu Bara Asia, Padahal Pasokan dan Ekspor Tinggi
-
Didesak Pensiun, Ini Daftar 20 PLTU Paling Berbahaya di Indonesia
-
Riset: Penundaan Suntik Mati PLTU Justru Bahayakan 156 Ribu Jiwa dan Rugikan Negara Rp 1,822 T
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak
-
Syarat Subsidi PPN Tiket Pesawat saat Harga Avtur Naik Gila-gilaan
-
Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Ini Alasannya
-
Emas Jadi Primadona Saat Dunia Bergejolak, Minat Investasi Melonjak
-
Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI
-
Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah
-
Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama
-
Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata
-
Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya
-
Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan