- Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Januari 2026 mencapai 54,12, tertinggi sejak peluncuran November 2022.
- Peningkatan IKI didukung stabilitas makroekonomi, termasuk suku bunga acuan BI-Rate tetap 4,75 persen.
- Pelaku industri meningkatkan produksi karena antisipasi permintaan menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 2026.
Suara.com - Kepercayaan pelaku industri nasional menguat pada awal 2026. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Januari 2026 tercatat sebesar 54,12, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menandai penguatan sentimen usaha di awal tahun.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan capaian IKI Januari 2026 meningkat 1,02 poin dibandingkan Januari 2025. Kondisi tersebut mencerminkan perbaikan persepsi pelaku industri terhadap prospek usaha.
“Capaian ini juga lebih tinggi 1,02 poin dibandingkan Januari 2025, yang menandakan penguatan kepercayaan pelaku industri terhadap prospek usaha di awal tahun,” ujar Febri dalam rilis IKI Januari 2026 di Jakarta, dikutip Jumat (30/1/2026).
Selain mencatat peningkatan tahunan, IKI Januari 2026 juga naik 2,22 poin dibandingkan Desember 2025.
Angka tersebut sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak IKI pertama kali diluncurkan pada November 2022.
Penguatan kepercayaan industri pada awal tahun ini tidak terlepas dari kondisi makroekonomi yang relatif stabil.
Kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen dinilai memberikan kepastian bagi dunia usaha.
Stabilitas moneter tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah menjaga nilai tukar rupiah serta konsistensi pencapaian sasaran inflasi nasional periode 2026–2027.
Di tengah tantangan global, arah kebijakan tersebut dinilai membantu pelaku industri dalam merencanakan kegiatan usaha.
Baca Juga: Efek Venezuela dan Sentimen OPEC+, Harga Minyak Melemah ke Level 69 Dolar AS
Dari sisi aktivitas riil, kinerja manufaktur nasional masih berada pada fase ekspansi.
Indeks PMI S&P Global Manufaktur Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar 51,2 dan menandai ekspansi selama lima bulan berturut-turut.
Sejalan dengan itu, Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia pada Triwulan IV 2025 juga meningkat menjadi 51,86 persen dan diproyeksikan terus menguat pada Triwulan I 2026.
Kondisi ini memperkuat sinyal positif terhadap keberlanjutan pertumbuhan industri.
Struktur IKI Januari 2026 menunjukkan perbaikan yang cukup merata. Dari 23 subsektor industri pengolahan, sebanyak 20 subsektor berada pada fase ekspansi dan hanya tiga subsektor yang masih mengalami kontraksi.
Subsektor yang berada di zona ekspansi tersebut memberikan kontribusi sebesar 94,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto industri pengolahan nonmigas.
Hal ini menunjukkan mayoritas aktivitas industri bergerak searah dengan peningkatan kepercayaan pelaku usaha.
Menurut Febri, penguatan kepercayaan industri juga didorong oleh intensifikasi produksi untuk merespons peningkatan permintaan menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
“Kami menilai peningkatan IKI terjadi karena pelaku industri mulai mengintensifkan kegiatan produksi untuk merespons dan memenuhi peningkatan permintaan menjelang bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri, serta hari raya keagamaan lainnya,” katanya.
Berita Terkait
-
Menperin: Kuasai 79% Pasar, Industri Pati Ubi Kayu Masih Terjepit Impor
-
Rp101,4 Triliun untuk BUMN Tekstil Baru, Saham-saham Ini Terbang!
-
Utilisasi Baru 43%, Kemenperin Pacu Industrialisasi Pati Ubi Kayu Nasional
-
Ekonom Sebut Kawasan Industri Pupuk Papua Ciptakan Transformasi Ekonomi Indonesia Timur
-
Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
IHSG Sesi I Merosot 1,06% ke Level 6.154, Saham Sektor Infrastruktur Jadi Biang Kerok
-
Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!
-
Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?
-
Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih
-
Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol
-
Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI
-
Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029
-
APWNU Gandeng Investor, Siapkan Sejumlah Program Ekonomi Baru
-
Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025
-
Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat