Bisnis / Keuangan
Minggu, 01 Februari 2026 | 11:41 WIB
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
Baca 10 detik
  • Mundurnya empat pejabat kunci OJK dan BEI diperkirakan menciptakan sentimen negatif pada pembukaan IHSG Senin (2/2/2026).
  • Pengunduran diri ini signifikan karena para pejabat tersebut mengawasi arsitektur regulasi pasar modal Indonesia.
  • Dalam jangka pendek, hal ini menyebabkan volatilitas IHSG yang lebar antara sentimen negatif dan bargain hunting.

IHSG selama sepekan terakhir Januari alami anjlok 6,94 persen, imbas gonjang-ganjing MSCI. Seketaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan kinerja IHSG yang jeblok itu menyeret nilai kapitalisasi pasar terperosok 7,37 persen menjadi Rp 15.046 triliun.

"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut berubah pada pekan ini, yaitu sebesar 6,94 persen sehingga ditutup pada level 8.329, dari posisi 8.951, pada pekan lalu," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Sementara itu, berdasarkan perdagangan saham di BEI selama periode 26 - 30 Januari 2026 tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI yaitu sebesar 29,28 persen menjadi Rp 43,76 triliun, dari Rp 33,85 triliun pada pekan sebelumnya.

Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali transaksi, dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu.  Sedangkan, data volume transaksi harian bursa pada pekan ini mengalami perubahan yaitu sebesar 3,69 persen menjadi 63,3 miliar lembar saham, dari 65,73 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. 

Load More