Suara.com - Jika Anda sering melintasi area Cikarang, Bekasi, Anda pasti tidak asing dengan kawasan megah bernama Kota Deltamas.
Di balik pengembangan kawasan terpadu seluas 3.200 hektar tersebut, ada peran besar dari PT Puradelta Lestari Tbk, atau yang lebih dikenal di pasar modal dengan kode saham DMAS.
Perusahaan ini bukanlah pemain baru. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 29 Mei 2015, DMAS telah membuktikan diri sebagai pengembang properti yang strategis dan inovatif.
Menariknya, perusahaan ini merupakan hasil "perkawinan" bisnis antara kekuatan lokal Indonesia dan raksasa korporasi dari Jepang.
Fokus Bisnis
PT Puradelta Lestari Tbk tidak hanya membangun rumah, melainkan sebuah ekosistem kota mandiri yang lengkap. Fokus bisnis mereka terbagi menjadi tiga pilar utama:
- Kawasan Industri (GIIC): Melalui Greensland International Industrial Estate (GIIC), DMAS menyediakan lahan industri skala besar yang menjadi rumah bagi berbagai perusahaan manufaktur global, terutama di sektor otomotif dan pusat data (data center).
- Hunian & Komersial: Untuk mendukung kawasan industri, mereka juga membangun perumahan modern, area ritel, hingga hotel. Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan antara tempat bekerja dan tempat tinggal.
- Infrastruktur: DMAS bertanggung jawab penuh dalam mengelola sarana dan prasarana, mulai dari jalan, pengolahan air, hingga sistem keamanan di dalam kawasan terpadu tersebut.
Siapa Pemilik Saham PT Puradelta Lestari Tbk?
Salah satu daya tarik DMAS adalah struktur kepemilikannya yang sangat solid. Perusahaan ini merupakan bentuk kolaborasi (joint venture) yang menggabungkan keahlian lokal Sinar Mas Land dengan jaringan global Sojitz Corporation.
Berdasarkan data hingga akhir tahun 2025, berikut adalah komposisi pemegang saham utamanya:
Baca Juga: IHSG Perkasa di Sesi I Naik 1,26%, 595 Saham Terbang
1. PT Sumber Arusmulia (Sinar Mas Land) – 57,28%
Sebagai pemegang saham pengendali mayoritas, PT Sumber Arusmulia merupakan bagian dari Sinar Mas Land.
Perusahaan ini berada di bawah kendali keluarga Widjaja melalui The Widjaja Family Master Trust. Sinar Mas sendiri dikenal sebagai salah satu konglomerat terbesar di Indonesia dengan pengalaman puluhan tahun di sektor properti.
2. Sojitz Corporation – 25,00%
Sojitz Corporation adalah perusahaan perdagangan umum (sogo shosha) asal Jepang yang memiliki jaringan bisnis luas di seluruh dunia.
Kehadiran Sojitz membawa standar internasional serta menarik minat investor dan perusahaan Jepang lainnya untuk beroperasi di Kota Deltamas.
Berita Terkait
-
IHSG Lagi Gacor Ditutup Naik 1,96%, 570 Saham Meroket
-
Saham BUMI Meroket Usai 'Pertemuan Hambalang', Berapa Target Harganya?
-
IHSG Terus Menguat ke Level 8.200 di Sesi I, PIPA Hingga PADI ARA
-
Daftar Saham Lepas Gembok BEI Hari Ini, Bisa Diperdagangkan IHSG
-
MSCI Rilis Update: INDF Turun Kelas, Ini Saham-saham yang Didepak Keluar List
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan