- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengalokasikan Rp450 miliar untuk diversifikasi bisnis serius ke sektor pertambangan emas Gayo.
- Hingga September 2025, laba bersih DEWA meningkat signifikan menjadi Rp239 miliar setelah penyesuaian ekuitas.
- DEWA melakukan pembelian kembali saham senilai Rp819 miliar dan mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp750.
Suara.com - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang dikenal sebagai penyedia jasa pertambangan ini dilaporkan tengah serius menggarap diversifikasi bisnis ke sektor logam mulia.
Tidak tanggung-tanggung, perseroan telah menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp450 miliar khusus untuk menyokong ambisi ekspansi di lini bisnis emas.
Langkah ini dipandang sebagai katalis positif atau amunisi tambahan bagi pergerakan saham DEWA, terutama setelah pasar sempat bereaksi terhadap pengumuman terkait indeks MSCI beberapa waktu lalu.
Fokus utama ekspansi ini tertuju pada aset tambang emas Gayo. Menurut riset terbaru dari Henan Putihrai Sekuritas (HPS), proses eksplorasi di tambang tersebut berjalan sesuai jadwal hingga periode kuartal IV-2025.
Perusahaan saat ini sedang memasuki fase krusial, termasuk dalam tahap revaluasi aset yang diproyeksikan memberikan gambaran nilai fundamental yang lebih akurat bagi para pemegang saham.
Target jangka menengah DEWA telah terstruktur dengan rapi. Eksplorasi tahap kedua dijadwalkan selesai pada semester pertama tahun 2026, mencakup area eksplorasi seluas 30.000 meter.
“Ini akan diiikuti oleh fase final eksplorasi dengan cakupan luas 50 ribu meter, setelah manajemen mendeklarasikan cadangan JORC. Fasilitas pemrosesan emas ditargetkan tahun 2028,” tulis HPS dikutip, Jumat (13/2/2026).
Dari sisi fundamental keuangan, performa DEWA menunjukkan pemulihan yang sangat signifikan. Hingga September 2025, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp4,65 triliun, tumbuh tipis 2,8% secara tahunan. Namun, sorotan utama tertuju pada angka laba bersih yang melesat dari hanya Rp9,5 miliar menjadi Rp239 miliar. Pencapaian ini sudah memenuhi sekitar 73% dari total proyeksi tahunan yang ditetapkan oleh analis.
Keberhasilan ini didukung oleh penyesuaian ekuitas yang telah mendapatkan persetujuan, sehingga posisi laba ditahan kini lebih mencerminkan kinerja fundamental perusahaan yang sebenarnya.
Baca Juga: Saham-saham Konglomerat Meroket Usai 'Pertemuan Hambalang', Apa Saja?
Selain itu, likuiditas perusahaan semakin tebal setelah berhasil mengamankan pinjaman sindikasi dari Bank Mandiri dan BCA senilai Rp5 triliun.
Suntikan modal ini menjadi bukti kepercayaan perbankan terhadap stabilitas arus kas DEWA.
Menghadapi volatilitas harga saham yang cukup tinggi, manajemen DEWA mengambil langkah agresif dengan melakukan pembelian kembali (buyback) saham di pasar reguler.
Hingga saat ini, perusahaan telah merealisasikan pembelian sebanyak 1,42 miliar lembar saham dengan total serapan dana mencapai Rp819 miliar.
Secara keseluruhan, DEWA telah menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp950 miliar untuk aksi korporasi ini. Salah satu transaksi signifikan tercatat pada 6 Januari 2026, di mana perseroan memborong 418,6 juta saham pada level harga Rp645 per unit.
Target Harga DEWA Menuju Rp750
Berita Terkait
-
Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI
-
Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?
-
Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden
-
Asing Tetap Borong Saham-saham Ini Meski IHSG Tertekan, Cek Rekomendasi Hari Ini
-
Nagita Slavina Mau Caplok Saham VISI, Siap-siap Dapat Utang
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina