- Ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Trump memicu penurunan tajam aset kripto seperti Bitcoin (US$64.000) pada Selasa (24/02/2026).
- Aset aman tradisional seperti emas (naik 0,97%) dan perak (lonjak 7%) justru mengalami kenaikan signifikan akibat sentimen risiko global.
- Data menunjukkan divergensi perilaku aset: Bitcoin turun 40% sementara emas naik 50% dalam enam bulan terakhir.
Suara.com - Ketidakpastian yang menyelimuti kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump kembali memicu gejolak di pasar modal dan aset kripto global. Fenomena unik kini tengah terjadi: harga aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC), merosot tajam, sementara aset aman tradisional seperti emas dan perak justru melonjak drastis.
Kondisi ini memperdalam jurang pemisah (decoupling) antar kelas aset dan kembali mempertanyakan status Bitcoin sebagai "emas digital".
Berdasarkan data Investing.com pada Selasa (24/02/2026), Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$64.000, mengalami penurunan 2,78% dalam 24 jam terakhir.
Bahkan, pada jam perdagangan sebelumnya, BTC sempat menyentuh level US$63.000, mendekati titik terendah US$62.000 yang pernah terjadi saat ketegangan militer AS-Iran awal bulan ini.
Tak hanya Bitcoin, aset kripto lainnya turut mengekor di zona merah:
- Ethereum (ETH): Merosot 3,61% ke level US$1.859,43.
- Solana (SOL): Anjlok cukup dalam sebesar 4,12%.
- Ripple (XRP): Terkoreksi tipis 0,6%.
Pemicu utama aksi jual massal ini adalah pengumuman "Plan B" pemerintahan Trump pasca putusan Mahkamah Agung AS.
Trump bersikeras menerapkan "tarif global" baru, yang memicu kekhawatiran pecahnya perang dagang jilid baru.
"Kenaikan tarif yang tiba-tiba ini memicu panic selling dari investor yang mengantisipasi penurunan pasar lebih lanjut," ungkap Jeff May, COO BTSE.
Berbanding terbalik dengan kripto, harga emas spot internasional justru naik 0,97% menjadi US$5.157,12 per ons.
Baca Juga: Harga Emas Antam Terbang, Hari Ini Dibanderol Rp 2,94 Juta/Gram
Perak bahkan mencatatkan lonjakan fantastis lebih dari 7%. Penguatan aset safe-haven ini didorong oleh melemahnya indeks dolar AS pasca putusan pengadilan.
Bloomberg melaporkan bahwa selain pelemahan dolar, meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran atas pasar surat utang AS (U.S. Treasury) menjadi magnet bagi aliran dana investor menuju emas.
Di pasar komoditas, harga tembaga di London Metal Exchange (LME) juga naik ke US$13.000 per ton, didorong ekspektasi pemulihan manufaktur jika tarif terhadap China melunak.
Gugurnya Narasi "Digital Gold"?
Sejak Oktober tahun lalu, tren keduanya menunjukkan arah yang bertolak belakang. Dalam enam bulan terakhir, harga Bitcoin telah anjlok lebih dari 40%, sementara emas justru melambung lebih dari 50%.
Analis Deutsche Bank, Marion Laboure, menilai bahwa Bitcoin mulai kehilangan perannya sebagai instrumen lindung nilai inflasi.
"Bitcoin tidak lagi memenuhi fungsinya sebagai 'emas digital'. Tren penjualan yang berkelanjutan ini menunjukkan bahwa investor tradisional mulai kehilangan minat dan pesimisme terhadap pasar kripto secara keseluruhan terus tumbuh," jelasnya.
DISCLAIMER: Pergerakan harga aset kripto dan komoditas global sangat fluktuatif dan dipengaruhi oleh sentimen kebijakan ekonomi internasional. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi.
Berita Terkait
-
Harga Emas Galeri 24 dan UBS Naik di Pegadaian Hari Ini 24 Februari 2026
-
5 Rekomendasi Emas Selain Antam yang Aman dan Terpercaya
-
Cara Cetak Emas di Pegadaian Terbaru Lengkap Syarat, Biaya, dan Alurnya
-
Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terburuk Februari Imbas Tarif Trump
-
Emas Antam Semakin Mahal, Harganya Tembus Rp 3.028.000/Gram
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026
-
Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835
-
Cara Cek dan Daftar Antrean Penukaran Uang PINTAR BI
-
IHSG Lanjutkan Tren Positif pada Selasa Pagi, Melesat ke Level 8.400
-
Donald Trump Dituntut Kembalikan Dana Tarif Rp 2.700 Triliun
-
Siapa Pengemplang Pajak Rp2,6 M yang Sahammya Diblokir Purbaya?
-
Kontribusi Rp 710 Triliun ke PDB, Industri Hasil Tembakau Minta Kebijakan Lebih Adil
-
Dorong Ekonomi Digital, Gubernur Bank Indonesia Perkuat Talenta Muda
-
Danantara Gandeng Perusahaan Asal Inggris Arm Mau Ciptakan Chip
-
7 Fakta Menarik Perusahaan IPO Saham Februari 2026