Bisnis / Ekopol
Minggu, 01 Maret 2026 | 05:22 WIB
Harga minyak dunia diprediksi meroket sangat tinggi efek perang di Timur Tengah [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Serangan AS-Israel terhadap Iran, anggota OPEC keempat penghasil 3 juta barel/hari, mengancam stabilitas ekonomi global.
  • Penguasaan Iran atas Selat Hormuz, jalur vital sepertiga ekspor minyak dunia, dapat memicu resesi global jika tertutup.
  • Dampak utama dirasakan Asia; penutupan jalur itu berpotensi memicu kenaikan harga minyak drastis melewati $100 per barel.
  • Jalur Alternatif: Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memiliki pipa pipa darurat yang dapat memintas Selat Hormuz, namun kapasitasnya hanya mampu mengalihkan sebagian kecil dari total kebutuhan dunia.
  • Cadangan Strategis (SPR): Pemerintahan Donald Trump dapat mencairkan Cadangan Minyak Strategis AS yang saat ini berjumlah sekitar 415 juta barel. Namun, analis dari ClearView Energy Partners memperingatkan bahwa jika krisis berlangsung lama, cadangan tersebut tidak akan cukup untuk menutupi kehilangan pasokan dari seluruh anggota IEA.

Kondisi semakin rumit setelah media pemerintah Iran melaporkan serangan rudal ke pangkalan AS di Qatar, Kuwait, UEA, dan Bahrain.

Hal ini memaksa perusahaan asuransi untuk menaikkan tarif premi kapal tanker secara agresif, atau bahkan menolak memberikan perlindungan asuransi sama sekali bagi kapal yang melewati Teluk Persia.

Load More