Bisnis / Inspiratif
Kamis, 05 Maret 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi tahapan seleksi CPNS 2023 yang perlu dilalui para peserta. (www.menpan.go.id)

Suara.com - Kabar pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 mulai berembus kencang. Hal ini menyusul pernyataan terbaru dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini, yang menyoroti besarnya jumlah aparatur negara yang memasuki masa purnatugas.

Dalam keterangannya, Rini mengungkapkan fakta bahwa terdapat sekitar 160.000 ASN yang telah resmi pensiun sepanjang tahun 2025 lalu.

Kekosongan kursi dalam jumlah masif ini tentu memerlukan regenerasi segera guna menjaga ritme birokrasi tetap stabil.

Meski pemerintah belum mengetuk palu mengenai tanggal pasti pembukaan pendaftaran CPNS 2026, sinyal ini menjadi alarm bagi para lulusan baru (fresh graduate) untuk segera bersiap.

Saat ini, Kementerian PAN-RB tengah berada dalam fase krusial, yakni meminta setiap kementerian dan lembaga (K/L) untuk melakukan pemetaan kebutuhan secara mendetail.

Banyak pelamar CPNS seringkali terjebak pada instansi-instansi "populer" yang jumlah pendaftarnya mencapai ratusan ribu orang.

Padahal, jika Anda cukup jeli melihat data histori pendaftaran terdahulu, terdapat sejumlah formasi strategis yang justru minim pelamar. Memilih formasi ini bisa menjadi langkah taktis bagi Anda yang ingin meningkatkan peluang lolos.

Berikut adalah daftar 10 formasi CPNS yang berdasarkan histori pendaftaran seringkali memiliki minat paling sedikit:

1. Sekretariat Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)

Baca Juga: Dua Wajah THR: Berkah Bagi ASN, 'Penyakit Tahunan' Bagi Buruh Swasta?

Instansi ini secara konsisten berada di urutan terbawah dalam hal jumlah pendaftar. Penyebab utamanya adalah kualifikasi pendidikan yang sangat spesifik, biasanya berkaitan erat dengan hukum internasional dan HAM.

Selain itu, porsi formasi yang dibuka relatif kecil, sehingga banyak pelamar yang merasa minder sebelum mencoba. Padahal, bagi lulusan hukum atau ilmu sosial, ini adalah celah besar karena persaingan per kuota sangat minim.

2. Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (Setjen MPR)

Sebagai lembaga tinggi negara, Setjen MPR seringkali luput dari radar generasi muda dibandingkan kementerian teknis. Karakteristik kerja yang kental dengan protokol kenegaraan dan administrasi legislatif, ditambah persyaratan administrasi yang ketat, membuat jumlah pendaftar di sini cenderung rendah.

Bagi Anda yang memiliki latar belakang administrasi publik atau politik, instansi ini menawarkan kestabilan karier dengan rasio keketatan yang rendah.

3. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)

Load More