Suara.com - PT Pegadaian menggelar kegiatan Gema Ramadan Bareng Tring sebagai bentuk kolaborasi dengan SCTV sekaligus upaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Pegadaian menghadirkan berbagai aktivitas mulai dari edukasi finansial, hiburan Ramadan, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wakil Direktur Utama Pegadaian, Budi Wahju Soesilo mengatakan, kegiatan Gema Ramadan Bareng Tring menjadi ruang kebersamaan antara Pegadaian dan masyarakat, sekaligus sarana memperluas literasi keuangan.
“Gema Ramadan Bareng SCTV ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Pegadaian dengan SCTV. Kami menghadirkan ruang kebersamaan dengan masyarakat, dengan berbagai aktivitas seperti edukasi finansial, hiburan, serta dukungan terhadap UMKM," ujar Budi dalam peluncuran Gema Ramadan Bareng Tring di Istora Senayan, Jakarta pada Jumat, (6/3/2026).
Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat, khususnya para nasabah Pegadaian yang selama ini menjadi sahabat dan pelanggan loyal perusahaan.
Dalam acara tersebut, Pegadaian turut menghadirkan berbagai pelaku UMKM yang menjajakan beragam produk, mulai dari kuliner hingga fesyen. Kehadiran para pelaku usaha ini diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus menjadi sarana edukasi keuangan bagi mereka.
Budi menjelaskan bahwa Pegadaian terus mendorong pelaku UMKM untuk mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi, khususnya melalui emas.
"Perkembangan UMKM sangat pesat. Kami ingin memberikan edukasi agar pelaku usaha mulai menabung dan berinvestasi emas. Nantinya emas tersebut bisa dimanfaatkan sebagai modal pengembangan bisnis, karena sewaktu-waktu bisa dijual atau digadaikan," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pegadaian juga terus mengedukasi masyarakat untuk mulai menyisihkan pendapatan dan berinvestasi emas secara aman melalui Pegadaian. Budi menegaskan bahwa setiap pembelian emas, termasuk yang dilakukan secara digital, tetap didukung dengan keberadaan emas fisik yang disimpan secara aman di Pegadaian.
"Ketika masyarakat membeli emas secara digital, kami memastikan bahwa emas tersebut benar-benar ada fisiknya dan disimpan dengan aman di Pegadaian. Sewaktu-waktu bisa dicairkan, dicetak, ataupun digadaikan," lugasnya.
Baca Juga: Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia
Terkait dengan isu antrean pencetakan emas yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, Budi menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena tingginya permintaan pencetakan emas dalam waktu bersamaan.
Menurutnya, Pegadaian menyimpan emas dalam ukuran besar, mulai dari 1 kilogram hingga 12,5 kilogram. Sementara itu, nasabah banyak yang meminta pencetakan dalam ukuran kecil seperti satu gram atau lima gram, sehingga membutuhkan waktu untuk proses pencetakan.
"Bukan karena tidak ada stok, tetapi karena banyak nasabah yang secara bersamaan meminta pencetakan emas dalam ukuran kecil. Proses tersebut membutuhkan waktu. Namun saat ini kondisi tersebut sudah teratasi dan antrean sudah bisa diatur," ujarnya.
Pegadaian juga terus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai berinvestasi emas melalui platform digital Pegadaian. Melalui aplikasi Pegadaian Digital, masyarakat kini dapat menabung emas dengan nominal yang sangat terjangkau.
"Sekarang menabung emas bisa dimulai dari Rp10.000 saja melalui aplikasi Pegadaian Digital. Kami berharap generasi muda, termasuk generasi Z, mulai membangun kebiasaan berinvestasi sejak dini," kata Budi.
Ia juga menegaskan bahwa Pegadaian menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penjualan emas. Perusahaan tidak akan menjual emas jika tidak memiliki stok fisik yang tersedia.
Berita Terkait
-
Investasi Emas Digital Kian Diminati Generasi Muda, Pegadaian Perkuat Layanan Lewat Integrasi PRIMA
-
Apakah Bisa Gadai Kulkas di Pegadaian? Begini Caranya
-
Harga Emas Pegadaian Kompak Anjlok Hari Ini, Saatnya Borong Emas Galeri 24?
-
Kilau Berkah Ramadan: Tring! by Pegadaian Hadirkan Festival Seru di 10 Kota Besar Indonesia
-
Apakah Bisa Gadai BPKB Mobil Tanpa Survey? Ini 4 Pilihan Tempat Selain Pegadaian
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
WeTV Indonesia Hadirkan Serial 12 IPA 4, Drama Remaja yang Penuh Konflik dan Harapan
-
Cara Cek dan Sanggah Data Desil Lewat HP, Segera Update Sebelum Agustus 2026!
-
Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru
-
Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat
-
Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG
-
PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun
-
Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak
-
9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM
-
Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?
-
JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya