- Presiden Trump berencana melonggarkan sanksi energi terhadap beberapa negara guna menekan kenaikan harga minyak global saat ini.
- Trump mengancam Iran dengan serangan keras jika mereka menghalangi aliran minyak melalui jalur vital Selat Hormuz.
- Ketegangan di Selat Hormuz menyebabkan harga minyak melonjak melewati $120 per barel pada 9 Maret kemarin.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencananya untuk menekan lonjakan harga energi global dengan berencana melonggarkan sanksi minyak terhadap sejumlah negara tertentu.
Hal ini ia sampaikan di tengah lonjakan harga minyak dan gas akibat tekanan di Selat Hormuz dan konflik AS, Israel dan Iran.
Meski tidak merinci negara mana saja yang akan menerima keringanan tersebut, laporan yang beredar menyebutkan bahwa Rusia berpotensi menjadi salah satu penerima manfaat kebijakan ini.
Dalam konferensi pers pertamanya sejak pecahnya konflik dengan Iran, Trump menegaskan bahwa kebijakan pelonggaran sanksi ini semata-mata dilakukan sebagai upaya mitigasi agar harga minyak dunia tidak terus melonjak.
Langkah ini diambil setelah Trump melakukan pembicaraan telepon selama satu jam dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Trump menyebut pembicaraannya dengan Putin berlangsung sangat konstruktif.
"Putin ingin membantu terkait Timur Tengah. Saya katakan padanya, akan jauh lebih membantu jika ia segera mengakhiri perang Ukraina-Rusia," ungkap Trump.
Terkait operasi militer AS di Iran, Trump kembali menyebutnya sebagai "ekskursi" jangka pendek dan mengklaim bahwa progres di lapangan telah melampaui target.
Ia meyakini perang akan berakhir dalam waktu dekat meskipun menolak memberikan jadwal pasti.
Baca Juga: Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak
Di sisi lain, Trump mengeluarkan ancaman yang sangat keras terhadap Iran terkait jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan jika Iran menghalangi aliran minyak, mereka akan menghadapi serangan "dua puluh kali lipat lebih keras" dari sebelumnya.
"Kami akan melenyapkan target-target yang mudah dihancurkan, sehingga Iran tidak akan pernah bisa dibangun kembali sebagai sebuah negara—kematian, api, dan kemurkaan akan menimpa mereka," ancam Trump dengan nada tinggi.
Menanggapi pernyataan tersebut, Garda Revolusi Iran (IRGC) melalui juru bicaranya memberikan respons dingin. IRGC menyebut komentar Trump sebagai "omong kosong" dan menegaskan bahwa Iran-lah yang akan menentukan akhir dari peperangan ini.
Iran juga memperingatkan bahwa jika serangan terhadap infrastruktur energi mereka terus dilakukan, maka tidak akan ada satu liter pun minyak yang bisa diekspor dari kawasan tersebut.
Krisis Selat Hormuz
Berita Terkait
-
Dampak Hebat Perang AS-Iran: Minyak Meroket hingga Harga BBM RI Terseret!
-
Presiden Prancis Ingatkan Donald Trump, Menggulingkan Rezim Iran Tak Semudah Menjatuhkan Bom
-
Sempat Tembus 119 Dolar AS, Harga Minyak Dunia Jatuh di Bawah 90 Dolar AS
-
Demi Jaga Hukum Internasional, Puan Desak PBB Segera Bertindak Atasi Konflik AS-Israel Vs Iran
-
Dampak Harga Minyak Dunia Naik Mulai Terasa, di Sini BBM Sudah Batasi, SPBU Antre, dan Kampus Libur
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan