Bisnis / Ekopol
Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:59 WIB
Kapal Pertamina Pride tertahan di Selat Hormuz (Pertamina.com)

Blokade Selat Hormuz yang dilakukan Iran merupakan strategi pertahanan terhadap eskalasi perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya telah menyatakan bahwa hanya kapal dari "negara sahabat" yang diperbolehkan melintas. Beberapa negara yang masuk dalam daftar ini antara lain China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Malaysia.

Terkini, kapal Thailand juga telah diizinkan untuk melewati Selat Hormuz.

Kondisi di Selat Hormuz saat ini memang sangat kritis. Laporan dari Anadolu yang merujuk pada data MarineTraffic periode 20-22 Maret 2026 menunjukkan sekitar 1.900 kapal niaga terjebak dan tidak dapat bergerak di sekitar selat tersebut.

Penumpukan armada ini memicu kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok komoditas global secara permanen jika solusi diplomatik tidak segera tercapai.

Kontributor : Rizqi Amalia

Load More