News / Nasional
Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:46 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi I DPR RI menekankan pentingnya prinsip bebas aktif dalam merespons ketegangan Selat Hormuz.
  • Indonesia perlu menjaga posisi seimbang tanpa terseret kepentingan pihak tertentu demi ruang diplomasi luas.
  • Diplomasi yang hati-hati harus menjadi instrumen utama agar kapal Pertamina segera memperoleh izin melintas.

Suara.com - Ketegangan di Selat Hormuz tak hanya berdampak pada jalur energi, tetapi juga menguji konsistensi politik luar negeri Indonesia. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menekankan pentingnya menjaga prinsip bebas aktif dalam merespons situasi tersebut.

Menurutnya, Indonesia harus tetap berada di posisi yang seimbang di tengah dinamika geopolitik kawasan.

“Komisi I DPR RI menegaskan pentingnya bagi Indonesia untuk konsisten memegang teguh prinsip politik bebas aktif, dengan tetap menjaga independensi, menjalin hubungan yang baik dengan semua pihak, dan berorientasi pada kepentingan nasional,” kata Dave kepada suara.com saat dihubungi Jumat (27/3/2026).

Ia menilai pendekatan tersebut penting agar Indonesia tidak terseret dalam kepentingan pihak tertentu, sekaligus tetap memiliki ruang diplomasi yang luas.

“Sikap ini harus dijalankan dengan keseimbangan dan ketelitian, sehingga Indonesia tampil sebagai mitra yang bersahabat, konstruktif, sekaligus berdaulat dalam menentukan sikap di kawasan maupun di dunia internasional,” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, Dave juga menekankan bahwa jalur diplomasi harus tetap dikedepankan sebagai instrumen utama.

“Melalui pendekatan diplomasi yang berkesinambungan, tegas, dan penuh kehati-hatian, diharapkan kapal Pertamina dapat segera memperoleh izin melintas,” ucap Dave.

Ia menegaskan, kelancaran jalur ini tidak hanya berdampak pada distribusi energi, tetapi juga kepercayaan publik terhadap posisi Indonesia di tingkat global.

“Dengan demikian, pasokan energi nasional tetap terjamin, sementara kepercayaan publik terhadap posisi Indonesia di kawasan dapat terus dipelihara,” pungkasnya.

Baca Juga: Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata

Load More