Suara.com - Di tengah meningkatnya tekanan krisis energi dan perubahan iklim, satu hal menjadi semakin jelas, yakni bagaimana kita menggunakan bahan bakar minyak (BBM) hari ini untuk menentukan kualitas hidup di masa depan. Perubahan perilaku dengan mengonsumsi BBM secara bijak menjadi usaha untuk menyelamatkan masa depan dan generasi penerus negeri ini.
Direktur The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niode, berpendapat isu bijak menggunakan BBM seharusnya bukan lagi sekadar wacana, melainkan harus menjadi realitas yang harus dijalani. Ia mengatakan konsumsi BBM masyarakat memiliki hubungan yang sangat langsung dengan krisis iklim.
“Setiap liter BBM yang kita bakar, berarti kita menambah emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Dampaknya nyata dan kita sudah merasakannya,” ujarnya.
Cuaca ekstrem, musim yang semakin sulit diprediksi, banjir di satu wilayah dan kekeringan di wilayah lain, semua itu bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan hari ini. Dalam konteks ini, Amanda menyebut bahwa kebiasaan sehari-hari masyarakat, termasuk penggunaan BBM, menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Amanda secara tegas menyatakan dukungannya terhadap kampanye penggunaan BBM secara bijak. Namun, ia mengingatkan bahwa “bijak” bukan berarti membatasi secara kaku, melainkan menggunakan energi dengan kesadaran penuh.
“Ini bukan soal melarang orang menggunakan kendaraan, tetapi bagaimana kita menggunakan energi secara efisien dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Langkah sederhana seperti mengurangi perjalanan yang tidak perlu, berbagi kendaraan, hingga beralih ke transportasi umum bisa menjadi bagian dari solusi. Menurut Amanda, perubahan besar justru lahir dari akumulasi tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang.
Kondisi krisis energi global saat ini, menurut Amanda, seharusnya menjadi titik balik untuk melakukan hemat dan bijak dalam mengonsumsi BBM. Ketika harga BBM naik atau pasokan terganggu, masyarakat dipaksa untuk meninjau ulang pola konsumsi yang selama ini dianggap normal.
“Ini momentum untuk berubah. Kita tidak bisa terus mengandalkan sumber energi yang terbatas dan merusak lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: Korsel Bagi-bagi Duit Tak Mau Warganya Hidup Susah saat Harga BBM Naik
Ia melihat kampanye menggunakan BBM dengan bijak sebagai pintu masuk untuk membangun kesadaran yang lebih luas tentang keberlanjutan. Bukan sekadar respons sesaat, tetapi awal dari perubahan gaya hidup.
Amanda juga menggarisbawahi bahwa dampak konsumsi BBM berlebih tidak berhenti pada isu lingkungan global. Dampaknya dapat merembet kepada kualitas hidup manusia. Polusi udara meningkat, risiko penyakit pernapasan bertambah, dan ekosistem semakin tertekan. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan memengaruhi ketersediaan air, ketahanan pangan, hingga stabilitas ekonomi.
“Yang sering kita lupakan, generasi mendatang akan menanggung beban terbesar dari keputusan kita hari ini. Jadi mari kita mulai bersikap bijak dalam menggunakan BBM hari ini,” katanya. ***
Berita Terkait
-
Santai Saja! Nilai Rupiah Menyentuh Rp17.000 per Dolar AS, Bukan Alasan untuk Panik
-
Pertalite vs Pertamax: Mana yang Lebih Irit Buat Macet-macetan di Dalam Kota?
-
WFH ASN Resmi Berlaku, Pemerintah Bidik Penghematan BBM Jumbo
-
Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik
-
Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA
-
Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis
-
BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat
-
Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton
-
DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya
-
PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya
-
Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang
-
BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank
-
Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN