Bisnis / Keuangan
Kamis, 02 April 2026 | 07:37 WIB
Ilustrasi bioskop (Pexels/Tima Miroshnichenko)
Baca 10 detik
  • PT Tripar Multivision Plus Tbk mencatat penurunan penjualan menjadi Rp180,96 miliar selama tahun buku 2025 akibat penyesuaian strategi konten.
  • Perusahaan berhasil menekan rugi bersih menjadi Rp54,30 miliar dan mencatatkan arus kas operasi positif melalui disiplin pengelolaan keuangan.
  • RAAM berencana melakukan rights issue untuk mendanai pembangunan 50 lokasi bioskop baru guna memperluas ekspansi bisnis di Indonesia.

Suara.com - PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) membukukan kinerja keuangan yang menantang sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan hiburan terintegrasi ini mencatat penjualan neto sebesar Rp180,96 miliar, turun dibandingkan Rp229,34 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh jadwal perilisan film, siklus monetisasi, serta strategi portofolio konten yang lebih selektif sepanjang 2025.

Selain itu, absennya produksi sinetron dan web series turut menekan optimalisasi monetisasi library konten dibandingkan periode sebelumnya.

Meski pendapatan menurun, RAAM berhasil menekan rugi bersih secara signifikan menjadi Rp54,30 miliar dari Rp178,77 miliar pada 2024.

Perseroan juga mencatat arus kas operasi positif sebesar Rp16,97 miliar, mencerminkan pengelolaan modal kerja yang lebih disiplin dan monetisasi konten yang berkelanjutan.

Memasuki awal 2026, kinerja RAAM mulai menunjukkan tanda pemulihan. Pada kuartal I, perusahaan berhasil memasok satu judul sinetron ke stasiun televisi free-to-air (FTA) serta mengamankan kontrak penyediaan library senilai lebih dari Rp45 miliar.

Dari sisi struktur keuangan, RAAM menutup 2025 dengan total liabilitas Rp404,65 miliar dan ekuitas Rp1,30 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas berada di kisaran 0,23 kali, memberikan ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi bisnis.

Direktur Keuangan RAAM, Vikas Chand Sharma, menyebut 2025 sebagai tahun konsolidasi bagi perseroan.

Ilustrasi bursa efek. (Unsplash)

“FY2025 merupakan tahun konsolidasi bagi RAAM. Kinerja keuangan kami dipengaruhi oleh jadwal perilisan dan pengakuan biaya yang lebih tinggi, namun kami berhasil memperkuat fondasi operasional dan disiplin keuangan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: B-LOG Bukukan Kinerja Positif di 2025, Perkuat Arah Pertumbuhan Berkelanjutan

Sepanjang tahun, RAAM tetap menjalankan strategi jangka panjang sebagai platform hiburan terintegrasi.

Langkah tersebut meliputi menjaga kesinambungan produksi konten, memperluas distribusi ke pasar internasional, serta melanjutkan ekspansi jaringan bioskop Platinum Cineplex di berbagai wilayah berkembang.

Perseroan juga memperkuat ekosistem melalui kolaborasi strategis, termasuk dengan IRSX, serta investasi di sektor konten, distribusi, dan eksibisi untuk mengoptimalkan rantai nilai industri hiburan.

Ke depan, RAAM berencana mengajukan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa terkait aksi korporasi Penawaran Umum Terbatas (rights issue).

Dana hasil aksi ini akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi segmen eksibisi.

Salah satu fokus utama adalah pembangunan lebih dari 50 lokasi Platinum Cineplex baru di seluruh Indonesia, terutama di pasar tier-2 dan tier-3 yang dinilai masih memiliki potensi besar.

Load More