- Harga pangan nasional pada 2 April 2026 menunjukkan tren fluktuatif dengan kenaikan signifikan pada komoditas cabai rawit merah.
- Lonjakan harga terjadi pada bawang, beras, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng di berbagai wilayah nasional.
- Komoditas cabai merah besar, cabai merah keriting, daging ayam, daging sapi, dan minyak goreng kemasan sederhana mengalami penurunan.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional pada awal April 2026 menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan naik pada sejumlah komoditas utama. Kenaikan paling mencolok terjadi pada kelompok cabai dan bawang setelah sempat turun pascalebaran.
Berdasarkan data Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia per Kamis (2/4/2026), harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp83.500 per kilogram atau naik 3,97 persen setara Rp3.450.
Kenaikan ini menjadikan cabai rawit merah sebagai komoditas dengan lonjakan harga paling tinggi dibandingkan komoditas lainnya.
Sementara itu, cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan sebesar 2,29 persen atau Rp1.400 menjadi Rp62.550 per kilogram. Berbeda dengan itu, cabai merah besar justru mengalami penurunan 7,84 persen atau Rp4.150 menjadi Rp48.800 per kilogram.
Untuk cabai merah keriting, harga tercatat Rp43.750 per kilogram setelah turun signifikan sebesar 18,38 persen atau Rp9.850. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi terdalam di kelompok hortikultura.
Di kelompok bawang, harga bawang merah ukuran sedang naik 14,71 persen atau Rp6.750 menjadi Rp52.650 per kilogram. Sementara bawang putih ukuran sedang ikut naik 10,41 persen atau Rp4.200 ke level Rp44.550 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas beras. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing naik 7,24 persen atau Rp1.050 menjadi Rp15.550 per kilogram. Beras kualitas medium I naik 7,19 persen atau Rp1.150 menjadi Rp17.150 per kilogram, sedangkan medium II naik 5,99 persen atau Rp950 ke Rp16.800 per kilogram.
Untuk beras kualitas premium, beras super I naik 4,36 persen atau Rp750 menjadi Rp17.950 per kilogram. Sementara beras super II meningkat 5,67 persen atau Rp950 menjadi Rp17.700 per kilogram.
Pada komoditas protein, harga daging ayam ras segar turun 1,37 persen atau Rp600 menjadi Rp43.250 per kilogram. Daging sapi kualitas I juga turun 1,88 persen atau Rp2.800 menjadi Rp146.400 per kilogram, sedangkan kualitas II turun 2,02 persen atau Rp2.850 menjadi Rp138.000 per kilogram.
Baca Juga: Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
Di sisi lain, telur ayam ras segar justru naik 5,21 persen atau Rp1.750 menjadi Rp35.350 per kilogram. Kenaikan ini memperkuat tren naik pada bahan pangan sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Untuk komoditas gula, gula pasir premium naik 5,74 persen atau Rp1.150 menjadi Rp21.200 per kilogram. Gula pasir lokal juga meningkat 2,38 persen atau Rp450 menjadi Rp19.300 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng menunjukkan tren beragam. Minyak goreng curah naik 10,89 persen atau Rp2.150 menjadi Rp21.900 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek naik 4,79 persen atau Rp1.100 menjadi Rp24.050 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana turun 3,19 persen atau Rp700 menjadi Rp21.250 per kilogram.
Berita Terkait
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi dan Ikan Kembung Masih Menguat
-
Harga Pangan Nasional Menghijau Hari Ini, Cabai Rawit Merah Turun Tajam
-
Pangan Mahal, Harga Cabai hingga Daging Masih Tinggi
-
Cabai Rawit Masih Tinggi, Harga Pangan Nasional Mulai Turun Bertahap
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor
-
Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China