Bisnis / Makro
Kamis, 02 April 2026 | 09:23 WIB
Ilustrasi cabai rawit. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Harga pangan nasional pada 2 April 2026 menunjukkan tren fluktuatif dengan kenaikan signifikan pada komoditas cabai rawit merah.
  • Lonjakan harga terjadi pada bawang, beras, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng di berbagai wilayah nasional.
  • Komoditas cabai merah besar, cabai merah keriting, daging ayam, daging sapi, dan minyak goreng kemasan sederhana mengalami penurunan.

Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional pada awal April 2026 menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan naik pada sejumlah komoditas utama. Kenaikan paling mencolok terjadi pada kelompok cabai dan bawang setelah sempat turun pascalebaran.

Berdasarkan data Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia per Kamis (2/4/2026), harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp83.500 per kilogram atau naik 3,97 persen setara Rp3.450.

Kenaikan ini menjadikan cabai rawit merah sebagai komoditas dengan lonjakan harga paling tinggi dibandingkan komoditas lainnya.

Sementara itu, cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan sebesar 2,29 persen atau Rp1.400 menjadi Rp62.550 per kilogram. Berbeda dengan itu, cabai merah besar justru mengalami penurunan 7,84 persen atau Rp4.150 menjadi Rp48.800 per kilogram.

Untuk cabai merah keriting, harga tercatat Rp43.750 per kilogram setelah turun signifikan sebesar 18,38 persen atau Rp9.850. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi terdalam di kelompok hortikultura.

Di kelompok bawang, harga bawang merah ukuran sedang naik 14,71 persen atau Rp6.750 menjadi Rp52.650 per kilogram. Sementara bawang putih ukuran sedang ikut naik 10,41 persen atau Rp4.200 ke level Rp44.550 per kilogram.

Ilustrasi pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]

Kenaikan juga terjadi pada komoditas beras. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing naik 7,24 persen atau Rp1.050 menjadi Rp15.550 per kilogram. Beras kualitas medium I naik 7,19 persen atau Rp1.150 menjadi Rp17.150 per kilogram, sedangkan medium II naik 5,99 persen atau Rp950 ke Rp16.800 per kilogram.

Untuk beras kualitas premium, beras super I naik 4,36 persen atau Rp750 menjadi Rp17.950 per kilogram. Sementara beras super II meningkat 5,67 persen atau Rp950 menjadi Rp17.700 per kilogram.

Pada komoditas protein, harga daging ayam ras segar turun 1,37 persen atau Rp600 menjadi Rp43.250 per kilogram. Daging sapi kualitas I juga turun 1,88 persen atau Rp2.800 menjadi Rp146.400 per kilogram, sedangkan kualitas II turun 2,02 persen atau Rp2.850 menjadi Rp138.000 per kilogram.

Baca Juga: Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya

Di sisi lain, telur ayam ras segar justru naik 5,21 persen atau Rp1.750 menjadi Rp35.350 per kilogram. Kenaikan ini memperkuat tren naik pada bahan pangan sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Untuk komoditas gula, gula pasir premium naik 5,74 persen atau Rp1.150 menjadi Rp21.200 per kilogram. Gula pasir lokal juga meningkat 2,38 persen atau Rp450 menjadi Rp19.300 per kilogram.

Sementara itu, harga minyak goreng menunjukkan tren beragam. Minyak goreng curah naik 10,89 persen atau Rp2.150 menjadi Rp21.900 per kilogram.

Minyak goreng kemasan bermerek naik 4,79 persen atau Rp1.100 menjadi Rp24.050 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana turun 3,19 persen atau Rp700 menjadi Rp21.250 per kilogram.

Load More