- OJK menyiapkan langkah mitigasi risiko menjelang pengumuman evaluasi bobot indeks pasar saham Indonesia oleh MSCI pada Mei 2026.
- Potensi penurunan status pasar Indonesia ke frontier market dapat memicu tekanan jual dan volatilitas pasar saham domestik.
- OJK telah menerapkan empat proposal reformasi serta kebijakan free float untuk memperkuat integritas dan kualitas pasar modal Indonesia.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (6/4/2026) menyatakan telah menyiapkan mitigasi risiko jelang pengumuman keputusan bobot indeks Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Diwartakan sebelumnya setelah membekukan perubahan indeks bursa saham Indonesia pada Januari lalu, MSCI dijadwalkan akan mengumumkan kembali hasil evaluasinya pada Mei mendatang.
Jika dalam evaluasinya MSCI menemukan perubahan yang dilakukan OJK dan BEI tidak memuaskan, maka ada risiko bobot pasar saham Indonesia akan diturunkan ke status frontier market. Hal ini bisa menyebabkan IHSG ambruk lebih dalam.
"Sebagai bagian dari mitigasi, OJK telah menyiapkan langkah-langkah yang terukur dan terkoordinasi," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam Konferensi Pers RDKB Maret 2026 di Jakarta.
Sebagai catatan awal, Hasan menuturkan, OJK telah menuntaskan implementasi empat proposal utama yang diajukan kepada MSCI.
Meski meyakini langkah yang diambil bakal memulihkan integritas pasar modal domestik, OJK tetap membuka peluang risiko penurunan bobot indeks yang berpotensi menimbulkan konsekuensi jangka pendek.
OJK memproyeksikan dampak yang mungkin muncul antara lain tekanan jual akibat penyesuaian portofolio oleh investor, potensi arus keluar dana pada periode rebalancing, hingga peningkatan volatilitas pasar.
Namun, OJK memandang dinamika tersebut sebagai respons yang bersifat transisional dan sementara.
"Ini bersifat normal dalam konteks menuju pasar yang lebih berkualitas secara jangka menengah dan panjang," ujar Hasan.
Baca Juga: Gempur Judi Online, OJK Blokir 33.252 Rekening Bank
Sebagai mitigasi, OJK telah mendorong implementasi kebijakan free float minimum 15 persen.
Kebijakan ini akan dijalankan beriringan dengan penguatan basis investor, baik investor ritel domestik, investor institusi domestik, maupun investor asing.
Di sisi lain, komunikasi dengan penyedia indeks global akan terus dilakukan secara intensif dan konstruktif, termasuk dengan menyampaikan perkembangan implementasi reformasi hingga evaluasi berikutnya.
Dari sisi stabilitas pasar, OJK juga menegaskan mekanisme yang sudah tersedia akan terus dioptimalkan, disertai pemantauan pasar secara rutin dan ketat.
"Arah kebijakan ini akan terus kami lakukan secara konsisten, yaitu upaya memperkuat kualitas dan integritas pasar modal Indonesia secara fundamental, agar lebih transparan, likuid, kredibel, serta mampu tumbuh sehat berkelanjutan dalam jangka menengah-panjang," tutur Hasan.
Berita Terkait
-
BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur
-
Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun
-
Utang Pinjol Warga RI Tembus Rekor Rp100 Triliun, Mulai Banyak yang Gadai Barang
-
IHSG Babak Belur Terkoreksi 14%, Asing 'Kabur' Rp 23,34 Triliun dari Pasar Saham
-
BREN dan DSSA Masuk List HSC, Harga Sahamnya Anjlok di Tengah Ancaman Delisting
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal
-
Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya
-
Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres
-
Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior
-
Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik
-
IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir
-
Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya
-
Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float
-
Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif