- Badan Gizi Nasional mengalokasikan anggaran sebesar Rp113 miliar untuk jasa Event Organizer dalam 31 paket pekerjaan berbeda.
- Publik menuntut transparansi atas penggunaan dana tersebut karena mempertanyakan urgensi kegiatan seremoni dibandingkan dengan program perbaikan gizi.
- Kepala BGN menyatakan penggunaan pihak ketiga diperlukan untuk mendukung operasional lembaga baru yang belum memiliki sumber daya memadai.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang memegang mandat krusial dalam Program Makan Bergizi Gratis, menjadi pusat perhatian setelah terungkapnya alokasi anggaran jumbo senilai lebih dari Rp113 miliar hanya untuk membiayai jasa Event Organizer (EO).
Isu ini mencuat ke permukaan sejak Sabtu (11/4/2026) setelah sebuah unggahan di platform X (dahulu Twitter) membedah data Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP).
Unggahan tersebut mengungkap adanya 31 paket pekerjaan dengan total nilai kontrak mencapai Rp113.916.541.381 yang tersebar di 16 perusahaan EO berbeda.
Tuntutan Transparansi: Output Nyata vs Seremoni
Kritik tajam mengalir dari masyarakat yang mempertanyakan urgensi belanja tersebut di tengah tugas pokok BGN dalam menuntaskan masalah gizi.
Publik menuntut kejelasan mengenai indikator keberhasilan dari pengeluaran sebesar itu. Muncul pertanyaan mendasar: apakah ratusan miliar tersebut berkontribusi langsung pada perbaikan gizi rakyat di lapangan, atau justru hanya terserap untuk kegiatan administratif dan seremoni kelembagaan semata?
"Setiap rupiah anggaran negara sejatinya bersumber dari pajak rakyat, yang semestinya kembali dalam bentuk program yang terasa, bukan sekadar acara yang terlihat," tulis salah satu narasi kritis yang viral di media sosial.
Klarifikasi BGN: Kebutuhan Strategis di Fase Awal
Merespons gelombang kritik tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan resmi.
Baca Juga: Berapa Gaji Kepala SPPG? Kini Bakal Dapat Motor Listrik Seharga Rp42 Juta
Menurutnya, pelibatan pihak ketiga atau EO merupakan langkah strategis yang tidak terhindarkan mengingat BGN masih berada dalam tahap awal pembentukan struktur dan tata kelola organisasi.
“Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional, kami tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem. Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” ujar Dadan dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Dadan menekankan bahwa kegiatan kampanye publik dan sosialisasi nasional yang bersifat kompleks memerlukan sentuhan tenaga profesional demi memastikan standar kualitas, ketepatan waktu, dan mitigasi risiko operasional.
Keahlian dalam manajemen acara serta koordinasi vendor tersebut, menurut Dadan, secara realistis belum dimiliki oleh tim internal BGN saat ini.
Selain alasan teknis operasional, BGN berargumen bahwa penggunaan EO membantu menata administrasi keuangan menjadi lebih sistematis.
Dengan menggandeng pihak ketiga, proses pengadaan dan pelaporan diklaim dapat dilakukan secara terpusat, yang pada gilirannya membantu BGN dalam menyusun strategi komunikasi dan optimalisasi anggaran.
Tag
Berita Terkait
-
Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN
-
Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN
-
Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN
-
Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM
-
Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN
-
Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi
-
Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini
-
Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi
-
Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz
-
Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya
-
BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi
-
Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah