- Pemerintahan Donald Trump berupaya mengakhiri konflik dengan Iran melalui perundingan diplomasi yang dimediasi oleh Pakistan di Islamabad.
- Amerika Serikat menerapkan tekanan ekonomi berupa blokade maritim dan ancaman sanksi sekunder terhadap pembeli minyak Iran.
- Perundingan terhambat perbedaan durasi penangguhan nuklir serta berlanjutnya serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon.
Isu nuklir masih menjadi hambatan utama. Berdasarkan informasi dari sumber terkait, AS mengusulkan penangguhan aktivitas nuklir Iran selama 20 tahun.
Sebaliknya, Teheran hanya menawarkan penghentian selama tiga hingga lima tahun dan mendesak penghapusan sanksi internasional secara menyeluruh.
Situasi perdamaian semakin pelik karena Israel terus melancarkan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Israel dan AS mengeklaim operasi di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata, sementara Iran bersikeras bahwa serangan tersebut melanggar kesepakatan April lalu.
Militer AS mengeklaim bahwa dalam 48 jam pertama blokade, tidak ada kapal yang berhasil menembus penjagaan pasukan AS menuju atau keluar dari pelabuhan Iran.
Namun, kantor berita Iran, Fars News, melaporkan bahwa sebuah kapal supertanker Iran berhasil melintasi selat menuju Pelabuhan Imam Khomeini meskipun ada blokade.
Menanggapi situasi ini, komando militer gabungan Iran memperingatkan akan menghentikan arus perdagangan di Teluk, Laut Oman, hingga Laut Merah jika blokade berlanjut. Presiden Trump membalas dengan ancaman eskalasi militer yang lebih merusak.
"Kami bisa melumpuhkan setiap jembatan dan pembangkit listrik mereka hanya dalam waktu satu jam. Kami tidak ingin melakukan itu, tapi kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti," ujar Trump kepada Fox Business Network.
Tag
Berita Terkait
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
FIFA Diminta Desak Trump Hentikan Razia Imigrasi Saat Piala Dunia 2026, Emang Berani?
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz, Sindir Trump: Warga Amerika akan Rindu Bensin Murah
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik