- Pakar investasi Joeliardi Sunendar membandingkan BBRI dan BMRI sebagai instrumen investasi perbankan berdasarkan fundamental jangka panjang.
- BBRI lebih unggul dalam granularitas kredit mikro yang tersebar luas sehingga meminimalkan risiko gagal bayar nasabah korporasi.
- BMRI memiliki potensi kenaikan laba melalui dekonsolidasi BRIS pada Q1 2026 meski bersifat keuntungan akuntansi satu kali saja.
Rekam Jejak Historis dan Katalis Jangka Pendek
Jika menilik kinerja jangka panjang sejak melantai di bursa (IPO) pada tahun 2003, BBRI mencatatkan pertumbuhan yang lebih impresif.
Dengan perhitungan yang disesuaikan setelah pemecahan saham (split-adjusted), total imbal hasil BBRI telah mencapai +3.918% atau sekitar 40 kali lipat.
Di periode yang sama, BMRI mencatatkan imbal hasil sebesar +2.638% atau sekitar 27 kali lipat.
Meski demikian, BMRI memiliki katalis positif yang signifikan pada Kuartal I (Q1) 2026. Proses dekonsolidasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) diprediksi akan menyumbang keuntungan akuntansi (remeasurement gain) sekitar Rp 28-30 triliun.
Meskipun hal ini akan melonjakkan laba bersih BMRI secara drastis pada awal tahun ini, Joeliardi mengingatkan bahwa keuntungan tersebut bersifat satu kali saja (one-off) dan bukan merupakan cerminan dari kenaikan daya laba (earnings power) operasional secara berkelanjutan.
"Jawaban jujurnya bukan karena BBRI lebih baik. Bahkan dekonsolidasi BRIS di Q1/2026 justru bisa jadi katalis kuat bagi BMRI, estimasi remeasurement gain Rp 28–30T bisa membuat laba Q1 melonjak ~3x lipat rata-rata kuartalan 2024. Tapi ini one-off accounting gain, bukan earnings power. Memilih BBRI hanya soal diversifikasi (BBCA swasta dan BBRI BUMN), mewakili denyut nadi ekonomi Indonesia," tegas Joeliardi dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu (19/4/2026).
Pada akhirnya, pemilihan antara kedua bank ini bergantung pada filosofi investasi masing-masing individu. BBRI dinilai menawarkan struktur risiko yang lebih terkendali dan defensif untuk kepemilikan jangka panjang melalui dominasi pasar mikro.
Di sisi lain, BMRI tetap menjadi entitas dengan fundamental yang sangat sehat dan menawarkan potensi keuntungan dari segmen korporasi serta katalis korporasi jangka pendek.
Baca Juga: Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623
Disclaimer: Artikel ini bersumber dari analisis Juliardi Sunendar. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga dan kerugian modal. Analisis ini merupakan opini pakar dan data historis yang tidak menjamin kinerja di masa depan. Investor diharapkan melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi pada saham BBRI, BMRI, maupun instrumen kripto.
Berita Terkait
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham
-
Investor RI Kini Bisa Beli Saham Global Lewat Blockchain, Begini Caranya
-
Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar
-
IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Pindah ke Kejagung, Status Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tetap Dicekal Imigrasi
-
Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Valuasi Murah dan Dividen Tetap Menarik
-
Dirjen Imigrasi Pastikan Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Berlaku
-
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental