- Aliansi BRICS kini menguasai lebih dari 6.000 ton emas untuk memperkuat kedaulatan moneter serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
- Sanksi ekonomi terhadap Rusia pada tahun 2022 memicu BRICS beralih ke emas guna menghindari risiko pembekuan aset luar negeri.
- Aksi beli emas oleh BRICS menekan dominasi dolar AS dan memicu potensi krisis pendanaan defisit serta inflasi Amerika.
Namun, saat ini utang pemerintah AS telah menembus level kritis di atas US$39 triliun. Ketika BRICS mengurangi permintaan terhadap obligasi pemerintah AS (US Treasuries) dan beralih ke emas, Amerika Serikat akan kesulitan membiayai defisitnya.
Dampak langsungnya adalah peningkatan imbal hasil (yield) obligasi untuk menarik pembeli, yang pada gilirannya akan mengerek suku bunga domestik AS, menghambat pertumbuhan kredit, dan memicu tekanan inflasi jangka panjang bagi warga Amerika.
Dalam literatur ekonomi politik internasional, pergeseran ini sejalan dengan jatuhnya Teori Stabilitas Hegemoni (Hegemonic Stability Theory) yang digagas oleh Charles Kindleberger.
Teori ini menyebutkan bahwa sistem internasional yang stabil membutuhkan satu kekuatan dominan (hegemon) yang menyediakan mata uang universal. Manuver BRICS menunjukkan bahwa dunia sedang bertransisi dari unipolar (berpusat pada AS) menuju multipolar.
Sebuah studi rujukan yang dirilis oleh International Monetary Fund (IMF) bertajuk "The Stealth Erosion of Dollar Dominance: Active Diversifiers and the Rise of Nontraditional Reserve Currencies" (Arslanalp, Eichengreen, dan Simpson-Bell, 2022) mengonfirmasi fenomena ini.
Jurnal tersebut memaparkan bahwa bank sentral di negara berkembang secara aktif bergerak menjauhi dolar, bukan menuju euro atau poundsterling, melainkan menuju emas dan mata uang non-tradisional yang didukung oleh perjanjian perdagangan bilateral.
Emas, yang pasokannya terbatas dan tidak bisa dicetak sepihak oleh bank sentral, kembali mengambil takhta sebagai instrumen lindung nilai (hedging) paling paripurna terhadap hiperinflasi dan depresiasi mata uang fiat.
Inisiatif awal BRICS untuk mengkaji sistem penyelesaian perdagangan berbasis komoditas dan emas menandakan bahwa supremasi dolar sedang menghadapi ujian terberatnya sejak Nixon melepaskan standar emas pada tahun 1971.
Berita Terkait
-
Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
-
Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini
-
Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi
-
Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
-
Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal
-
1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga