- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Whoosh telah selesai dan tinggal menunggu pengumuman resmi.
- Kesepakatan tersebut dicapai setelah Purbaya melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan China di Amerika Serikat pada pekan lalu.
- Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kredibilitas internasional melalui penyelesaian utang yang membagi beban kerugian secara proporsional dengan pihak China.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sudah selesai dan hanya tinggal menunggu pengumuman resmi Pemerintah.
"Sudah, sudah kelar, tinggal diumumkan," katanya saat ditemui di sela-sela acara Simposium PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Saat kunjungan kerja ke Amerika Serikat pekan lalu, Purbaya mengklaim sudah bertemu dengan Menteri Keuangan China. Di sana ia juga mengatakan keputusan restrukturisasi utang Whoosh hanya tinggal diumumkan.
"Jadi pihak China enggak usah khawatir. Indonesia tidak pernah menyimpang atau tidak pernah melanggar janji. Itu kan kredibilitas kita yang kita jaga di dunia internasional," papar dia.
Ketika ditanya apakah pihak China bakal datang ke Indonesia menyaksikan pengumuman itu, Purbaya mengaku ada kemungkinan iya atau tidak. Ia menilai mereka hanya tinggal menikmati kejelasan proyek tersebut.
"Dia juga invest di sini kan? Ketika ada loss, perusahaan China juga loss kan? Kita berapa persen, dia berapa persen bayarnya. Jadi sama-sama agak menderita lah," imbuhnya.
Saat ditanya bagaimana skema pembayaran, Purbaya enggan menjawab karena itu wewenang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Ia hanya memastikan pengumuman bakal segera disampaikan Pemerintah.
"Tapi yang jelas sudah putus. Cuma belum saatnya diumumkan, dan saya enggak berhak ngumumin," jelasnya.
Baca Juga: Purbaya Akui Banyak Proyek Besar Pemerintah Tapi Tak Diawasi, Singgung Whoosh dan LRT
Berita Terkait
-
Purbaya Akui Banyak Proyek Besar Pemerintah Tapi Tak Diawasi, Singgung Whoosh dan LRT
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Ngaku Tak Tahu soal PPN Jalan Tol, Purbaya: Tiba-tiba Ada Banyak Isu Pajak
-
Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis
-
Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg
-
Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani
-
Umat Tenang! BNI Akhirnya Kembalikan Seluruh Dana Rp28 Miliar ke Paroki Aek Nabara
-
Purbaya Akui Banyak Proyek Besar Pemerintah Tapi Tak Diawasi, Singgung Whoosh dan LRT
-
Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp17.180, Ini Faktornya
-
Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur
-
Tarif Tol Bakal Kena PPN? Hutama Karya Masih Tunggu Kejelasan
-
Menko Pangan Ungkap Alasan Kritisnya Harga Minyakita, Pertimbangkan Naikkan Harga
-
Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!
-
Hitung-hitungan Harga Wajar Pertamax, Benarkah Bisa Tembus Rp17.000 per Liter?