- Rupiah melemah sebesar 0,62 persen ke level Rp17.288 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 22 April 2026.
- Tekanan global akibat ketidakpastian geopolitik Timur Tengah mendorong investor beralih ke aset aman dolar Amerika Serikat.
- Kenaikan harga minyak dan keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga memperburuk kondisi pelemahan nilai tukar rupiah.
Suara.com - Dolar Amerika Serikat (AS) terus ngamuk terhadap mata uang Asia. Termasuk, rupiah yang dibuka tumbang pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis, 22 April 2026.
Mata uang Garuda tercatat ambruk akibat kombinasi tekanan sentimen global dan minimnya katalis positif dari dalam negeri. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka Rp17.288 per dolar AS.
Pembukaan ini lebih lemah 0,62 persen dari perdagangan Selasa (21/4/2026) di level Rp17.180.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa pergerakan rupiah sepanjang sesi ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal yang kurang menguntungkan.
Di kancah global, ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi beban utama yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS.
"Rupiah diperkirakan aka kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah eskalasi dan ketidakpastian akan perdamaian di Timteng," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia mengatakan pelemahan rupiah ini masih akan terus terjadi. Apalagi sentimen BI mempertahankan suku bunga membuat rupiah terus tertekan.
"Harga minyak mentah yang kembali naik dan keputusan BI mempertahankan suku bunga juga membebani rupiah. Range 17150-17250," imbuhnya.
Sementara itu, kurs Jisdor BI menunjukkan rupiah ada di level Rp17.179. Sedangkan mata uang Asia lainnya bergerak fluktuatif. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,45 persen.
Baca Juga: Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman
Selanjutnya, baht Thailand yang tertekan 0,19 persen dan ringgit Malaysia turun 0,09 persen. Disusul, dolar Taiwan yang melemah tipis 0,02 persen.
Sementara itu, yen Jepang dan won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah sama-sama naik 0,06 persen.
Berikutnya, yuan China terkerek 0,05 persen dan dolar Hong Kong terangkat 0,02 persen. Kemudian, dolar Singapura terlihat menguat tipis 0,008 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Berita Terkait
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah
-
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis
-
Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104
-
Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?
-
Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?
-
Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak
-
BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat
-
KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap
-
Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah
-
Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos
-
Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar
-
Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain
-
Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?
-
Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026