Bisnis / Energi
Jum'at, 24 April 2026 | 09:48 WIB
Ilustrasi aksi militer Iran yang mempengaruhi harga minyak. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Harga minyak dunia meningkat pada 24 April 2026 akibat kekhawatiran eskalasi militer di wilayah Timur Tengah.
  • Ketegangan dipicu aksi militer Iran di Selat Hormuz serta laporan aktifnya sistem pertahanan udara di Teheran.
  • Konflik yang berlanjut di jalur krusial tersebut mengancam pasokan energi global dan memicu kenaikan premi risiko.

Suara.com - Harga minyak dunia merangkak naik pada Jumat pagi, 24 April 2026 menyusul kekhawatiran eskalasi militer di Timur Tengah.

Lonjakan ini dipicu oleh rilis rekaman pasukan komando Iran yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz, serta laporan mengenai aktifnya sistem pertahanan udara Teheran terhadap objek yang dianggap sebagai ancaman.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka naik 1,23 dolar AS atau 1,17 persen, menjadi 106,3 dolar AS per barel pada pukul 01.07 GMT (08.07 WIB), sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka naik 1,07 dolar AS atau 1,12 persen, menjadi 96,92 dolar AS.

Kedua harga minyak acuan tersebut ditutup menguat lebih dari 3 persen pada Kamis, dengan kenaikan mencapai 5 dolar AS per barel.

Lonjakan ini dipicu oleh laporan aktifnya sistem pertahanan udara di Teheran, serta adanya kabar mengenai perebutan kekuasaan antara kelompok garis keras dan moderat di Iran.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran kemungkinan telah memperkuat persenjataannya selama masa gencatan senjata dua minggu terakhir. Meski demikian, ia menegaskan militer AS mampu melumpuhkan kekuatan tersebut hanya dalam satu hari.

Blokade Selat Hormuz oleh AS yang mempengaruhi harga minyak. (freepik)

Analisis dari Haitong Futures menyebutkan bahwa fase gencatan senjata ini semakin terlihat seperti persiapan menuju perang.

Jika negosiasi antara AS dan Iran tidak menunjukkan kemajuan signifikan hingga akhir April dan konflik kembali pecah, harga minyak diprediksi akan melonjak ke level tertinggi baru tahun ini.

Pascakegagalan perundingan damai, Iran merilis video pasukan komando menggunakan kapal cepat saat menyerbu sebuah kapal kargo besar pada Kamis.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi

Langkah ini mempertegas kendali Teheran atas Selat Hormuz, jalur krusial yang melayani 20 persen aliran minyak dan gas global.

Di tengah harapan dunia akan perdamaian jangka panjang, Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan menetapkan tenggat waktu untuk mengakhiri konflik dan tetap mengincar sebuah kesepakatan besar.

"Jangan mendesak saya," cetusnya saat ditanya mengenai batas waktu penantian untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

Gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz berpotensi menekan stok minyak mentah dan produk olahan global, hingga di bawah level terendah musiman lima tahunan pada akhir Mei atau awal Juni.

Menurut Mingyu Gao, peneliti utama energi di China Futures, kondisi ini akan mengembalikan premi risiko pasokan pada harga minyak dunia.

Di sisi lain, Donald Trump melalui unggahannya pada Kamis mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih.

Load More