- PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk mencatatkan total pendapatan Rp15,2 triliun pada kuartal pertama tahun 2026, tumbuh 12,1% secara tahunan.
- Layanan GPUaaS melalui AI Neocloud memberikan kontribusi pendapatan US$16 juta sebagai pilar bisnis baru yang sangat inovatif.
- Perusahaan berencana melakukan monetisasi Fiberco pada kuartal ketiga 2026 untuk mendanai investasi spektrum infrastruktur 5G di masa depan.
Kenaikan ini dipicu oleh pertumbuhan trafik data yang berkelanjutan serta strategi manajemen dalam melakukan kurasi paket layanan yang lebih menguntungkan.
Namun, para pelaku pasar perlu mencermati bahwa pertumbuhan ARPU di masa depan kemungkinan akan bergerak lebih moderat.
Hal ini disebabkan oleh tingkat ARPU kompetitor utama seperti Telkomsel yang sudah cukup tinggi serta adanya potensi normalisasi pola konsumsi masyarakat pasca-momen Lebaran.
Kendati demikian, manajemen optimis bahwa integrasi layanan AI ke dalam paket konsumen dan perluasan cakupan 5G akan mampu menjaga loyalitas pelanggan sekaligus menarik segmen pengguna bernilai tinggi.
Langkah besar lainnya yang tengah dinanti oleh pasar adalah proses monetisasi Fiberco (perusahaan serat optik) yang dijadwalkan akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026 (3Q26).
Proses ini diprediksi akan menghasilkan dana segar hingga kurang lebih US$700 juta bagi kas perusahaan. Dana hasil monetisasi aset ini sangat krusial bagi ISAT untuk mendanai investasi spektrum di masa mendatang, yang menjadi aset vital dalam persaingan teknologi 5G.
Efisiensi aset melalui skema monetisasi ini dipandang sebagai langkah cerdas untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan tanpa harus menambah beban utang yang signifikan.
Dengan likuiditas yang kuat, ISAT memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk melakukan belanja modal (CapEx) pada infrastruktur digital masa depan yang memiliki margin keuntungan lebih tebal dibandingkan layanan suara atau SMS konvensional.
Rekomendasi Saham: BNI Sekuritas Pertahankan Rating BUY
Baca Juga: IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah
Melihat eksekusi operasional yang solid dan prospek pertumbuhan yang jelas dari lini bisnis AI, BNI Sekuritas mempertahankan rating BUY (Beli) untuk saham ISAT.
Target harga (TP) yang dipatok berada pada level Rp2.900 per lembar saham. Optimisme ini didasarkan pada beberapa faktor kunci:
- Eksekusi kinerja kuartal pertama yang konsisten dan sesuai dengan ekspektasi analis.
- Prospek suntikan dana segar dari monetisasi Fiberco yang diproyeksikan cair pada semester kedua tahun ini.
- Posisi ISAT sebagai pemimpin dalam adopsi teknologi AI (GPUaaS) di sektor telekomunikasi Indonesia yang memberikan keunggulan kompetitif.
- Katalis pertumbuhan jangka panjang dari penetrasi 5G dan layanan berbasis data lainnya.
Secara keseluruhan, Indosat Ooredoo Hutchison berhasil membuktikan bahwa sinergi pasca-merger telah membuahkan hasil nyata dalam bentuk efisiensi operasional dan inovasi produk.
Berita Terkait
-
BBRI Jaga Margin di Tengah Gejolak Suku Bunga, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi Pasar
-
IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya
-
Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya
-
Bukukan Pendapatan Rp2,3 triliun, AVIA Catat Pertumbuhan 16,8 Persen
-
Bukalapak Lapor: Kuartal I 2026 Rugi Rp425 Miliar dan PHK 5 Karyawan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria
-
Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026
-
Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...
-
Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram
-
Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak
-
IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot
-
OKX Gandeng BlackRock & StanChart, Sulap Surat Utang AS Jadi Jaminan Kripto
-
Harga Emas Anjlok! Saatnya Borong Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini?
-
Wall Street Ditutup Bervariasi, Harga Minyak Dunia Masih Jadi Biang Kerok
-
BKI Mulai Ekspansi Sertifikasi dan Inspeksi ke Pembangkit Listrik