- Pemerintah membentuk Danantara sebagai superholding untuk mengelola aset BUMN senilai Rp1.650 triliun demi meningkatkan produktivitas ekonomi nasional.
- Lembaga ini ditargetkan menyederhanakan struktur bisnis BUMN serta menghasilkan penghematan biaya operasional sebesar Rp60 triliun setiap tahun.
- Keberhasilan Danantara memerlukan transparansi data dan pengawasan ketat untuk meminimalisir intervensi politik dalam pengelolaan aset negara.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dinilai bakal menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mengakhiri era inefisiensi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Lembaga yang diproyeksikan sebagai superholding BUMN tersebut disebut tidak sekadar mengubah struktur kelembagaan, tetapi menjadi langkah besar pemerintah dalam merombak tata kelola aset negara agar lebih produktif, efisien, dan kompetitif secara global.
Isu tersebut mengemuka dalam Debat Publik bertajuk “Pertaruhan Besar Negara via Danantara pada Restrukturisasi BUMN” yang digelar Nagara Institute bersama program Akbar Faizal Uncensored.
Danantara Kelola Aset Rp1.650 Triliun
Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurahman, menilai Danantara dapat menjadi fondasi baru ekonomi Indonesia melalui restrukturisasi aset dan investasi BUMN.
Menurutnya, Danantara memiliki kekuatan finansial besar dengan total aset mencapai Rp1.650 triliun atau hampir setara separuh APBN Indonesia.
“Danantara menjadi langkah strategis untuk merestrukturisasi aset dan investasi BUMN agar lebih produktif, serta berpotensi menjadi mesin investasi nasional baru,” ujar Rizal.
Ia menambahkan, optimalisasi aset BUMN lewat Danantara berpotensi memperkuat hilirisasi dan industrialisasi nasional.
“Pada akhirnya langkah ini dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 1,6 persen,” katanya.
Baca Juga: Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
Disebut Bisa Pangkas Tumpang Tindih BUMN
Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyoroti banyaknya anak dan cucu perusahaan BUMN yang selama ini dinilai tidak efisien.
Menurut dia, keberadaan Danantara dapat menyederhanakan struktur bisnis BUMN yang selama ini tumpang tindih.
“Danantara ini seperti keranjang berisi telur-telur BUMN. Dulu berserakan, sekarang berada dalam satu keranjang sehingga lebih mudah dijaga,” kata Wijayanto.
Namun, ia mengingatkan agar pengelolaan Danantara tetap diawasi ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan yang merugikan negara.
Transparansi Jadi Kunci Keberhasilan Danantara
Berita Terkait
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T
-
OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah
-
Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini
-
Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok
-
Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya