- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengunjungi gedung Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 19 Mei 2026.
- Kunjungan dilakukan saat IHSG melemah ke level 6.576 di tengah tren penurunan pasar modal global.
- Pemerintah memantau kondisi pasar untuk memberikan sinyal stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan sentimen internasional.
Pelemahan pada hari Selasa ini merupakan kelanjutan dari hantaman keras yang terjadi pada Senin (18/5/2026).
Saat itu, indeks terkoreksi sangat dalam, yakni sebesar 1,85 persen atau kehilangan 124,07 poin hingga terlempar ke level 6.599,24.
Data RTI Business mencatat, sebanyak 616 saham parkir di zona merah pada penutupan Senin, dengan nilai transaksi mencapai Rp20,70 triliun dan kapitalisasi pasar yang menyusut ke angka Rp11.562,86 triliun.
Kondisi ini menempatkan IHSG pada posisi yang cukup rentan jika dibandingkan dengan bursa regional.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama, Singapore Straits Times Index (STI) justru mampu mencatat penguatan tipis 0,15 persen ke level 4.996,75.
Sementara itu, bursa China (SSE Composite) dan Jepang (Nikkei 225) masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 0,09 persen dan 0,97 persen.
Analisis Bursa: Akumulasi Sentimen Global
Menanggapi fluktuasi yang terjadi, Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang menekan pasar domestik.
Menurutnya, penurunan tajam ini merupakan dampak dari akumulasi berbagai sentimen global yang terjadi saat bursa Indonesia sedang libur.
Baca Juga: BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing
“Bila diakumulasikan koreksi dua hari terakhir pada pasar global Asia, yakni sewaktu kita libur, ditambah ada sedikit koreksi hari ini, memang sama dengan penurunan yang terjadi saat ini. Karenanya, masih inline dalam tren pasar global," kata dia.
Jeffrey juga menepis kekhawatiran berlebihan dari para investor ritel, yang menyamakan kondisi saat ini dengan era pandemi.
Ia menegaskan, struktur pasar modal Indonesia saat ini telah jauh lebih mapan dan kuat. Hal ini dibuktikan dengan basis investor domestik yang telah mencapai angka 27 juta investor.
Meski ada tantangan dari sisi fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, hingga tekanan nilai tukar rupiah, Jeffrey memastikan otoritas bursa menjaga integritas perdagangan agar tetap berjalan sesuai koridor regulasi.
“Kami tak pernah memprediksi angka indeks, tapi bisa dipastikan semua transaksi perdagangan berjalan teratur, efisien, serta wajar. Lalu, kami serahkan ke mekanisme pasar," kata Jeffrey.
Investor Diminta Tetap Tenang
Tag
Berita Terkait
-
BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing
-
IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok
-
IHSG Bisa Rebound Hari Ini, Saham BUMI dan PTRO Masuk Rekomendasi
-
IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
-
Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%
-
Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang
-
Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara
-
Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global
-
Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto
-
Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026
-
Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar
-
Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?