- Presiden AS Donald Trump mengklaim draf perdamaian dengan Iran sedang dinegosiasikan untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi jalur energi global.
- Kesepakatan mencakup gencatan senjata 60 hari, penghapusan sanksi ekonomi terhadap Iran, serta komitmen Teheran menghentikan program pengembangan senjata nuklir.
- Iran merespons klaim tersebut dengan sikap waspada terkait kendali Selat Hormuz dan menunggu hasil perundingan intensif melalui mediator Pakistan.
"Tren minggu ini memang mengarah pada pengurangan perselisihan, tetapi masih ada isu-isu krusial yang harus dibahas melalui mediator. Kita harus menunggu dan melihat bagaimana situasi ini berakhir dalam tiga atau empat hari ke depan," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dikutip via Reuters.
Bagi Teheran, pencabutan blokade maritim AS adalah hal penting, namun prioritas utama mereka adalah hilangnya ancaman serangan baru dari AS serta penghentian konflik di Lebanon Selatan antara Israel dan kelompok Hizbullah.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengingatkan AS untuk tidak mencoba bermain api selama masa gencatan senjata ini. Ia menegaskan militer Iran telah memulihkan kapabilitas tempurnya.
"Jika AS dengan bodohnya memulai kembali perang ini, konsekuensi yang mereka terima akan jauh lebih kuat dan pahit daripada di awal konflik," tegas Qalibaf.
Meskipun digempur selama berminggu-minggu, intelijen barat mengakui Iran masih berhasil mempertahankan simpanan uranium tingkat tinggi serta kapasitas rudal dan drone tempurnya dalam kondisi utuh.
Berita Terkait
-
Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran
-
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
-
Timnas Iran Pindahkan Base Camp Piala Dunia 2026 ke Meksiko, Hindari Masalah Visa AS
-
AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!
-
Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini