Bisnis / Makro
Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB
Ilustrasi tumpukan uang. [Ist]
Baca 10 detik
  • Riset Global Debt Monitor kuartal IV-2025 menempatkan Hong Kong dan Jepang sebagai negara dengan rasio utang tertinggi di dunia.
  • Pemicu lonjakan utang di Hong Kong berasal dari sektor korporasi properti, sementara di Jepang didominasi oleh kewajiban pemerintah.
  • Indonesia memiliki rasio utang sebesar 79% terhadap PDB, menjadikannya negara dengan tingkat utang paling rendah di kawasan Asia Tenggara.

Suara.com - Utang luar negeri belakangan jadi sorotan seiring dengan tekanan terhadap anggaran negara.  Tidak hanya Indonesia, sejumlah negara juga memiliki utang yang besar.

Hal ini mencerminkan bahwa total beban kewajiban yang ditanggung telah membengkak hingga lebih dari tiga kali lipat dari total nilai output perekonomian tahunan wilayah tersebut.

Merujuk pada publikasi riset Global Debt Monitor kuartal IV-2025 yang dirilis oleh Institute of International Finance (IIF), kalkulasi tingkat leverage ini bersifat menyeluruh. Data tersebut merangkum agregat kewajiban finansial dari tiga pilar ekonomi utama, yakni sektor rumah tangga, korporasi swasta, hingga pos anggaran belanja pemerintah pusat.

Berdasarkan pemetaan makro tersebut, Hong Kong berada di posisi puncak sebagai wilayah dengan rasio utang paling ekstrem di dunia, yakni menyentuh 380% terhadap PDB.

Tepat di bawahnya, Jepang mengekor di peringkat kedua dengan akumulasi beban utang mencapai 372% dari total PDB negara tersebut.

Meskipun sama-sama bertengger di zona merah, akar masalah pembengkakan kewajiban di kedua wilayah maju Asia ini memiliki karakteristik struktural yang bertolak belakang.

Karakteristik Finansial Hong Kong

Sebagai pusat keuangan global dengan tingkat urbanisasi padat, utang publik pemerintah Hong Kong sebenarnya berada di level aman, yakni hanya 67% dari PDB. Pos utang rumah tangganya pun bertengger di angka 86%, sebuah angka yang jamak dijumpai pada negara makmur.

Namun, pemicu utama lonjakan liabilitas ini bersumber dari sektor usaha non-keuangan (korporasi) yang meroket hingga 227% terhadap PDB.

Baca Juga: Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Tingginya angka ini disebabkan oleh ketergantungan ekonomi Hong Kong pada industri real estat. Dalam tata niaga properti di sana, skema pembiayaan dengan pengungkit modal tinggi (high leverage) telah menjadi praktik bisnis yang lumrah.

Karakteristik Finansial Jepang

Kondisi sebaliknya terjadi di Negeri Sakura, di mana akumulasi kewajiban terbesar justru diproduksi oleh sektor publik atau pemerintah yang menyentuh angka 199% dari PDB.

Kerentanan fiskal ini merupakan warisan dari periode stagnasi ekonomi berkepanjangan sejak pecahnya gelembung aset (asset bubble burst) pada awal era 1990-an.

Kendati utang pemerintah membubung tinggi, stabilitas keuangan Jepang relatif aman karena mayoritas obligasi negara tersebut didekap oleh investor domestik, seperti perbankan lokal dan korporasi asuransi dalam negeri.

Berdasarkan komparasi data statistik IIF, berikut adalah daftar negara dengan rasio total utang terhadap PDB tertinggi di dunia:

Load More