- Lurah Taufiq Kamal menerapkan sistem pelayanan surat menyurat digital via WhatsApp di Desa Pleret sejak tahun 2020.
- Inovasi digital tersebut memungkinkan warga mengurus berbagai dokumen administrasi dari rumah dengan respon cepat dan otomatis.
- Desa Pleret menerima bantuan pengembangan Taman Kuliner melalui program Desa BRILian guna meningkatkan pendapatan asli desa setempat.
Suara.com - Perubahan besar dirasakan warga Desa BRILian Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dulu, mereka harus datang ke kantor kalurahan untuk mengurus berbagai surat keperlian, Namun, kini, semua bisa dilakukan dari rumah.
Perubahan ini mulai terjadi pada 2020, ketika Taufiq Kamal terpilih sebagai Lurah Pleret periode 2020–2026. Ia memiliki visi dan misi untuk menjadikan Pleret sebagai desa digital.
Dengan latar belakang pendidikannya sebagai lulusan S1 Teknik Informatika dan S2 Ilmu Komputer, Taufiq Kamal benar-benar mewujudkan itu, terutama dalam hal pelayanan kalurahan.
Warga Pleret tak perlu datang ke kantor untuk mengurus kebutuhan surat keterangan, seperti Surat Keterangan Domisili, Surat Keterangan Kelahiran, Surat Keterangan Usaha, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), hingga Pengantar KTP dan permohonan Kartu Keluarga (KK).
Permohonan ini bisa dilakukan secara online via nomor WhatsApp kalurahan yang telah terintegrasi dengan data website desa. Pelayanan pun dilakukan secara otomatis, sehingga permintaan warga bisa direspons cepat.
"Kami ada pelayanan di sini. Misal butuh surat, tinggal WA nulis menu, nanti ada balasan pilihan surat apa. Terus pilih permohonan surat, pilih yang mana. Nanti cukup lewat situ selesai," kata Taufiq kepada Suara.com.
"Misal mau minta surat keterangan pendudukan. Tulis nanti dibalas syaratnya, kemudian upload syarat. Ini semua bot yang mengerjakan, otomatis. Kemudian, muncul link terus diisi dan kirim" imbuh alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
"Karena saya lurah, nanti saya dapat notifikasi. Tinggal buka, saya tinggal tanda tangan elektronik saja. Sudah selesai kayak gitu. Warga bisa ngurus dari rumah. Kalau mau dicetakkan tinggal kantor saja," tuturnya menambahkan.
Taufiq mengakui tidak semua pelayanan bisa via dilayani secara online. Hanya pelayanan-pelayanan yang tidak berisiko.
Baca Juga: 5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia
"Tidak semua, yang simpel-simpel, tidak berisiko lah. Nanti didaftar databese saya ada keterangan pelayanana. Ini sudah terarsip," ujar Taufiq
Walau begitu, digitalisasi ini sudah sangat memudahkan. Staf Bagian Pelayanan dan Persuratan, Ringgasari, bercerita bahwa digitalisasi ini membuat pelayanan lebih cepat.
Ia yang sudah menjadi bekerja sebagai staf sejak 2018 merasakan perbedaan dengan pelayanan kalurahan yang dahulu ketika belum melakukan digitalisasi.
"Saya di sini sejak 2018. Perbedaan dengan dulu jelas banyak. Sekarang lebih enak kan, cepet, sat-set bikin suratnya, enggak sampai lima menit sudah jadi. Mengurangi antrean offline juga," ungkap Ringga.
Warga Akui Rasakan Dampaknya
Kemudahan juga turut dirasakan oleh warga Desa Pleret, Ahmad Hawin. Ia merasa bahwa digitalisasi ini membuat proses mengurus surat menjadi lebih simpel dan ringkas.
Berita Terkait
-
5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia
-
7 Dosen Terseret Kasus Pelecehan di UPN Veteran Yogyakarta, 13 Mahasiswa Jadi Korban
-
Tak Kapok! Dosen UPN Yogyakarta Kembali Diproses Kasus Kekerasan Seksual Meski Pernah Disanksi
-
Kondisi Sudah Darurat, Sejumlah Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
-
Tembus Rp4 Triliun! BRI Banjarmasin Jadi Motor Penggerak UMKM di Kalimantan
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Wujud Swasembada Energi, Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari di Denpasar
-
3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP
-
Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus
-
Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak
-
Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya
-
Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia
-
IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini
-
Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan
-
Harga Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp 2,75 Juta per Gram
-
Rupiah Akhirnya Jebol ke Rp18.000, Purbaya Tak Mau Disalahkan