Bisnis / Inspiratif
Kamis, 04 Juni 2026 | 07:43 WIB
Lurah Pleret, Taufiq Kamal, ketika ditemui di Kalurahan Pleret, Bantul. (Suara.com/Irwan Febri)
Baca 10 detik
  • Lurah Taufiq Kamal menerapkan sistem pelayanan surat menyurat digital via WhatsApp di Desa Pleret sejak tahun 2020.
  • Inovasi digital tersebut memungkinkan warga mengurus berbagai dokumen administrasi dari rumah dengan respon cepat dan otomatis.
  • Desa Pleret menerima bantuan pengembangan Taman Kuliner melalui program Desa BRILian guna meningkatkan pendapatan asli desa setempat.

Suara.com - Perubahan besar dirasakan warga Desa BRILian Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dulu, mereka harus datang ke kantor kalurahan untuk mengurus berbagai surat keperlian, Namun, kini, semua bisa dilakukan dari rumah.

Perubahan ini mulai terjadi pada 2020, ketika Taufiq Kamal terpilih sebagai Lurah Pleret periode 2020–2026. Ia memiliki visi dan misi untuk menjadikan Pleret sebagai desa digital.

Dengan latar belakang pendidikannya sebagai lulusan S1 Teknik Informatika dan S2 Ilmu Komputer, Taufiq Kamal benar-benar mewujudkan itu, terutama dalam hal pelayanan kalurahan.

Warga Pleret tak perlu datang ke kantor untuk mengurus kebutuhan surat keterangan, seperti Surat Keterangan Domisili, Surat Keterangan Kelahiran, Surat Keterangan Usaha, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), hingga Pengantar KTP dan permohonan Kartu Keluarga (KK).

Permohonan ini bisa dilakukan secara online via nomor WhatsApp kalurahan yang telah terintegrasi dengan data website desa. Pelayanan pun dilakukan secara otomatis, sehingga permintaan warga bisa direspons cepat.

Lurah Pleret, Taufiq Kamal, ketika ditemui di Kalurahan Pleret, Bantul. (Suara.com/Irwan Febri)

"Kami ada pelayanan di sini. Misal butuh surat, tinggal WA nulis menu, nanti ada balasan pilihan surat apa. Terus pilih permohonan surat, pilih yang mana. Nanti cukup lewat situ selesai," kata Taufiq kepada Suara.com.

"Misal mau minta surat keterangan pendudukan. Tulis nanti dibalas syaratnya, kemudian upload syarat. Ini semua bot yang mengerjakan, otomatis. Kemudian, muncul link terus diisi dan kirim" imbuh alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

"Karena saya lurah, nanti saya dapat notifikasi. Tinggal buka, saya tinggal tanda tangan elektronik saja. Sudah selesai kayak gitu. Warga bisa ngurus dari rumah. Kalau mau dicetakkan tinggal kantor saja," tuturnya menambahkan.

Taufiq mengakui tidak semua pelayanan bisa via dilayani secara online. Hanya pelayanan-pelayanan yang tidak berisiko.

Baca Juga: 5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia

Lurah Pleret, Taufiq Kamal, ketika menunjukkan sistem aplikasi kalurahan yang juga sudah mobile friendly, sehingga tetap bisa memberikan pelayanan meski tidak sedang di kantor. (Suara.com/Irwan Febri)

"Tidak semua, yang simpel-simpel, tidak berisiko lah. Nanti didaftar databese saya ada keterangan pelayanana. Ini sudah terarsip," ujar Taufiq

Walau begitu, digitalisasi ini sudah sangat memudahkan. Staf Bagian Pelayanan dan Persuratan, Ringgasari, bercerita bahwa digitalisasi ini membuat pelayanan lebih cepat.

Ia yang sudah menjadi bekerja sebagai staf sejak 2018 merasakan  perbedaan dengan pelayanan kalurahan yang dahulu ketika belum melakukan digitalisasi.

Staf Bagian Pelayanan dan Persuratan, Ringgasari, ketika ditemui di bagian pelayanan Kalurahan Pleret, Bantul. (Suara.com/Irwan Febri)

"Saya di sini sejak 2018. Perbedaan dengan dulu jelas banyak. Sekarang lebih enak kan, cepet, sat-set bikin suratnya, enggak sampai lima menit sudah jadi. Mengurangi antrean offline juga," ungkap Ringga.

Warga Akui Rasakan Dampaknya

Kemudahan juga turut dirasakan oleh warga Desa Pleret, Ahmad Hawin. Ia merasa bahwa digitalisasi ini membuat proses mengurus surat menjadi lebih simpel dan ringkas.

Load More