Bisnis / Ekopol
Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB
Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Dian Siswarini, saat mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (24/6/2026).
Baca 10 detik
  • Komisi VI DPR RI mengapresiasi strategi PT Telkom Indonesia dalam menghadapi persaingan pasar selama rapat kerja di Senayan.
  • Telkom membukukan pendapatan Rp146,7 triliun pada 2025 dengan laba bersih yang terdampak kebijakan percepatan depresiasi aset strategis.
  • Kuartal pertama 2026 menunjukkan pemulihan pendapatan sebesar Rp37,2 triliun berkat tingginya permintaan layanan data serta konektivitas internet masyarakat.

Memasuki tahun 2026, tanda-tanda pemulihan dan pertumbuhan mulai terlihat jelas. Pada kuartal pertama (Q1) 2026, PT Telkom berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp37,2 triliun.

Angka ini mengalami kenaikan sebesar +1,5 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong kuat oleh performa portofolio data dan internet yang terus meningkat hingga Maret 2026, seiring dengan gaya hidup digital masyarakat urban yang semakin bergantung pada konektivitas stabil.

EBITDA pada kuartal pertama tahun ini berada di angka Rp18,0 triliun dengan margin 48,3 persen.

Terjadinya sedikit penurunan margin EBITDA ini disebabkan oleh adanya kenaikan beban operasional dan pemeliharaan infrastruktur untuk menjamin kualitas jaringan.

Sementara itu, laba bersih pada Q1 2026 juga masih terdampak oleh proses transformasi menuju strategic holding, dengan margin tercatat di angka 11,7 persen. Namun secara normalisasi, margin laba bersih perusahaan tetap terjaga di posisi 13,8 persen.

Fokus pada Riset dan Kekompakan Internal

Menanggapi paparan data tersebut, Khilmi menekankan pentingnya kekompakan di seluruh lini jajaran PT Telkom.

Menurutnya, transformasi besar-besaran yang sedang dilakukan perusahaan tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya sinergi yang kuat antara manajemen dan staf di lapangan.

Baca Juga: Cara Nonton Piala Dunia 2026 Lebih Murah, Telkomsel Hadirkan Paket FOLA PLAY Mulai Rp25 Ribu

Ia juga mendorong Telkom untuk lebih berani melakukan investasi di bidang riset dan pengembangan (R&D) untuk mengantisipasi kebutuhan pasar di masa depan.

"Kami berharap kekompakan di internal Telkom bisa dipertahankan," kata Khilmi.

DPR berharap PT Telkom tidak hanya fokus pada perolehan laba semata, tetapi juga menjalankan peran sebagai motor penggerak digitalisasi nasional.

Dengan roadmap 2026 yang telah dipaparkan, Telkom diharapkan mampu memperbaiki hal-hal yang masih kurang maksimal dan terus berinovasi dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang merata, guna mendukung visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital baru di Asia.

Load More