Bisnis / Makro
Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB
PT Agrinas Palma Nusantara ditugaskan pemerintah mengembangkan 400.000 hektare kebun sawit baru untuk mendukung swasembada pangan dan energi nasional. [Pexels]
Baca 10 detik
  • PT Agrinas Palma Nusantara ditugaskan pemerintah mengembangkan 400.000 hektare kebun sawit baru untuk mendukung swasembada pangan dan energi nasional.
  • Perusahaan saat ini mengelola 4,1 juta hektare lahan kawasan hutan yang berasal dari sitaan negara dan aset eks perusahaan.
  • Selain kelapa sawit, Agrinas mendapat penugasan mengembangkan komoditas kedelai, singkong, jagung, serta membangun fasilitas pengolahan biodiesel dan bioetanol.

Dari total luasan 4,1 juta hektare tersebut, sekitar 1,7 juta hektare telah melalui proses verifikasi. Dari luasan yang telah diverifikasi itu, sekitar 730.000 hektare merupakan kebun sawit, sedangkan sisanya merupakan areal non-sawit.

Adapun sekitar 2,5 juta hektare lainnya masih dalam proses verifikasi.

Menurut Ghani, lahan yang dikelola Agrinas Palma berasal dari tiga sumber, yakni eks lahan Torganda di Sumatera Utara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), aset eks Duta Palma di Riau dan Kalimantan Barat yang saat ini masih dalam proses hukum, serta lahan hasil penertiban kawasan hutan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Ia mengatakan perusahaan saat ini tengah mengurus penguatan legalitas atas aset yang dikelola dengan mengajukan permohonan pelepasan kawasan hutan menjadi APL kepada Kementerian Kehutanan.

Load More