Suara.com - Direktur Pengembangan Bisnis Tira-Persikabo Rhendie Arindra menyebutkan manajemen timnya sudah mulai mengumpulkan pemain, pelatih, dan ofisial tim jelang digulirkannya kembali kompetisi Liga 1 2020 pada September atau Oktober mendatang.
Rhendie mengatakan para pemainnya lebih dulu akan menjalani rapid test untuk mengetahui apa ada yang terjangkit wabah COVID-19. Setelah itu, mereka akan menjalani masa karantina mandiri di tempat yang sudah disiapkan.
Pemanggilan itu sendiri dibagi dalam dua gelombang. Setelah semua berkumpul, latihan bersama baru dilaksanakan.
"Kami sudah panggil semua, pemain serta ofisial kepelatihan. Yang masih berada di daerah Jabodetabek sudah kami karantina di Hambalang," kata Rhendie kepada wartawan, Rabu (24/6/2020).
"Yang dari luar Jabodetabek menyusul. Akhir bulan ini (Juni) diharapkan semua sudah lengkap dan dilanjutkan dengan latihan bersama," ia menambahkan.
Lebih lanjut, Rhendie menjelaskan pihaknya menyambut baik keputusan PSSI kembali menggulirkan Liga 1 2020. Namun, ia mengingatkan PSSI serta PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"PSSI dan PT LIB jangan sampai lalai atau terlalu banyak kompromi dalam fungsi pengawasannya," ungkapnya.
"Mudah-mudahan semua elemen, baik klub maupun penyelenggara mematuhi semua aturan dan anjuran yang diberlakukan," pungkasnya.
Saat ini, PSSI dan PT LIB tengah menggodok regulasi yang cocok untuk menggelar kompetisi di tengah pandemi COVID-19. Selain itu, PSSI dan PT LIB juga belum mengumumkan tanggal pasti kick off kelanjutan Liga 1 2020.
Baca Juga: Jaga Kebugaran di Tengah Pandemi, Osvaldo: Pagi ke Pantai, Sore Naik Gunung
Berita Terkait
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
-
Ariana Grande Idap Salah Satu Virus Mematikan, Mendadak Batal Hadiri Acara
-
Kasus TBC di Jakarta Capai 49 Ribu, Wamenkes: Kematian Akibat TBC Lebih Tinggi dari Covid-19
-
Anggaran Daerah Dipotong, Menteri Tito Minta Pemda Tiru Jurus Sukses Sultan HB X di Era Covid
-
Korupsi Wastafel, Anggota DPRK Aceh Besar jadi Tersangka usai Polisi Dapat 'Restu' Muzakir Manaf
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
4 Pemain Timnas Indonesia Dicoret John Herdman Jelang FIFA Series 2026
-
Inter Milan Terancam Sanksi Berat Usai Petasan Suporter Lukai Pelaku dan Targetkan Emil Audero
-
Striker Abroad Timnas Indonesia Dirumorkan Jadi Incaran Persebaya Surabaya
-
Thom Haye Emosional Main di Solo, Kota Kelahiran Sang Kakek
-
Pemain Keturunan Rp 86,91 Miliar Menghilang saat 'Sidak' John Herdman ke Eropa, Ada Masalah Apa?
-
Media Internasional: Persija Jakarta Jadikan Mauro Zijlstra Target Utama
-
Bukan Taktik Biasa, John Herdman Ungkap Senjata Utama Timnas Indonesia untuk Level Dunia
-
John Herdman Blusukan ke Eropa, Striker Keturunan Ini Langsung Unjuk Gigi di Inggris
-
Dulu Dituduh Antek RMS, Pemain Keturunan Maluku: Saya Tak Tutup Kemungkinan Bela Timnas Indonesia
-
Selamat Datang Pemain Keturunan Grade A Rp 17,38 Miliar, Sudah Oke Gabung Timnas Indonesia