Suara.com - Sebanyak 26 pemain muda lolos seleksi tim Garuda Select jilid III yang diselenggarakan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 27 Oktober hingga 3 November.
Dikutip dalam laman resmi PSSI di Jakarta, Rabu (4/11/2020), 26 pemain tersebut akan masuk dalam daftar pemain yang menunggu terpilih berangkat ke Inggris untuk menjalani program pemusatan latihan.
"Selama beberapa hari ini semua berjalan fantastis, saya dan tim banyak melihat talenta-talenta berbakat pemain muda sepak bola Indonesia, saya sudah tak sabar ingin melatih mereka berikutnya di Inggris," ujar Direktur Sepak bola Garuda Select, Dennis Wise.
Rencananya, manajemen Garuda Select akan melaporkan hasil seleksi sebelum final ini ke PSSI. Jumlah pemain yang akan berangkat ke Inggris akan ditentukan dalam satu pekan mendatang.
"Kami akan rapat terlebih dahulu, untuk menentukan pemain-pemain yang akan terpilih," katanya.
Sementara itu, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengatakan nama-nama pemain yang dilaporkan Dennis Wise nantinya bakal diteliti lebih lanjut oleh federasi, seperti kesehatan hingga kelengkapan dokumen.
"Tentu akan kami teliti lebih dahulu kesiapan pemain, mulai dari kesehatan sampai kelengkapan dokumen yang menjadi pegangan mereka selama disana, mungkin nanti kalau sudah selesai, nama-namanya akan kami umumkan," kata Indra seperti dikutip Antara.
Menurutnya, seleksi tim Garuda Select ini menjadi solusi perihal regenerasi pemain muda. Apalagi kompetisi di Indonesia tengah menjalani masa vakum imbas dari penularan COVID-19 yang masih belum terkendali.
Sementara itu, Plt Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu jawaban dari tantangan sepakbola Indonesia di masa pandemi. Belum adanya kompetisi, PSSI mau tak mau mesti berinovasi dalam mencari bibit muda potensial.
Baca Juga: Bagus Kahfi: Berlatih di Eropa, Makanan Terjaga dan Fasilitas Lengkap
"Apa yang dilakukan beberapa hari ini muaranya untuk menciptakan calon-calon pemain Timnas Indonesia yang kuat di masa mendatang," katanya.
Berita Terkait
-
PSSI Pastikan Stadion Pakansari Siap Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Kongres PSSI 2026 Digelar Berbarengan Timnas Indonesia vs Vietnam
-
PSSI Siap Pajang Foto Suporter Penghina Beckham Putra, Pelaku Terancam Blacklist
-
PSSI Siap Banned Suporter yang Intimidasi Beckham Putra, CCTV GBK Jadi Bukti
-
PSSI Ingatkan Sepak Bola Indonesia Masih Diawasi FIFA Usai Ricuh Suporter
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Data Piala Dunia 2026: Prancis Paling Dirugikan, Argentina Paling Diuntungkan Wasit
-
Gol ke-64 Kylian Mbappe Bawa Prancis ke Babak Semifinal Piala Dunia 2026
-
Polisi dan Tentara Prancis Siaga 1 Jelang Laga Lawan Maroko: Trauma Kerusuhan 2022
-
Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko
-
Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi
-
Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia
-
FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh