Suara.com - Tim sepak bola putra Jawa Timur sukses membekuk Sumatera Utara dengan skor 2-0 dalam pertandingan penutup penyisihan Grup B Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Stadion Mahacandra, Kota Jayapura, Senin (4/10/2021), tetapi keduanya tetap lolos ke babak enam besar.
Jatim lolos dengan status juara Grup B setelah menyapu bersih kemenangan tiga pertandingan penyisihan dan meraup sembilan poin penuh.
Sementara Sumut tetap lolos ke babak enam besar terbantu hasil pertandingan lain yang berlangsung bersamaan di Stadion Mandala, di mana Sulawesi Selatan mengatasi Jawa Tengah dengan skor 2-1.
Hasil-hasil itu membuat Sumut menjadi runner-up Grup B dengan raihan empat poin, diikuti Sulsel di posisi ketiga dengan tiga poin dan Jateng yang cuma punya satu poin terpatri di nomor paling buncit.
Dua gol kemenangan Jatim dicetak oleh Rezky Renaldy El Has serta Muhamad Faisol Yunus. Jatim sebetulnya memperoleh hadiah satu tendangan penalti lagi, tapi kiper Dicki Agung Setiawan yang jadi algojo gagal mengkonversinya.
Jatim yang sudah lolos dan cuma butuh hasil imbang untuk mengunci status juara Grup B menempuh rotasi besar-besaran dengan melakukan enam perubahan dalam susunan pemain dibandingkan saat menghadapi Jawa Tengah di pertandingan sebelumnya.
Bahkan, pelatih kepala Rudy Keltjes menurunkan trio berbeda di lini depan Jatim, mempercayakan Rezky Renaldy El Has, Rifky Dwi Pangestu dan Nur Miftah Nasikin turun sejak sepak mula.
Kendati melakukan rotasi para pemain Jatim tetap mampu bermain dengan pola serangan yang rapih dan beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Sumut.
Pada menit ke-23, Jatim akhirnya membuka keunggulan saat Rezky Renaldy melakukan tusukan dari sisi kiri hingga memperdaya kiper Muhammad Irfan. Kapten Sumut Vikra Seifahlepi dan bek sayap Muhammad Fardan Azmi Harahap berusaha melakukan halauan, tapi gagal mencegah bola masuk ke gawang.
Upaya Sumut untuk bangkit semakin dipersulit lantaran mereka harus melanjutkan laga hanya dengan sepuluh pemain sejak menit ke-30 lantaran gelandang Kevin Armedyah Nur Erwihas menerima kartu merah langsung dari wasit Fariq Hitaba setelah melakukan pelanggaran keras di dekat kotak penalti Jatim.
Situasi sepuluh lawan sebelas memaksa pelatih kepala Sumut Colly Misrun memasukkan Rifki Wahyudi menggantikan Kardinata Tarigan demi menambah kekuatan di lini tengah timnya pada menit ke-40.
Keunggulan 1-0 bagi Jatim bertahan hingga turun minum dan Sumut berusaha mengubah keadaan dengan melakukan pergantian ganda, memasukkan gelandang serang Purnomo dan penyerang Faisal Ramadoni, masing-masing menggantikan bek Rian Ramadan dan penyerang Abdi Darma Pohan.
Rudy Keltjes belakangan merespon permainan yang tampak stagnan dengan menurunkan kembali trio lini depan andalan Jatim yakni Dian Sasongko, Muhamad Faisol Yunus dan Dwiki Mardiyanto.
Sumut sempat tampak bernafsu menyerang, sayangnya situasi 10 vs 11 membuat mereka tetap kesulitan menembus lini pertahanan Jatim.
Jatim malah berhasil menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-80 saat Faisol Yunus tenang mengendalikan umpan tarik kiriman Dian Sasongko, sebelum memperdaya kiper Muhammad Irfan dengan sepakan akuratnya.
Dua menit berselang, Jatim memperoleh hadiah tendangan penalti saat Fardan Azmi berusaha menghalau umpan tarik lawan tapi bola malah mengenai lengannya dan wasit Fariq Hitaba segera menunjuk titik putih.
Kiper Jatim Dicki Agung Setiawan maju menjadi algojo, tapi eksekusi penaltinya hanya menyerempet mistar gawang sebelum bola keluar meninggalkan lapangan.
Skor 2-0 tak berubah hingga peluit tanda laga usai dibunyikan. [Antara]
Berita Terkait
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
Khofifah Jadi Saksi Kasus Hibah Pokir DPRD Jatim
-
Ribuan Siswi Serbu MilkLife Soccer Challenge, Pemprov DKI Komitmen Besarkan Sepak Bola Putri
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat