- Fiorentina mengalahkan Como 2-1 di Giuseppe Sinigaglia melalui gol Fagioli dan Kean; Como hanya membalas satu gol bunuh diri.
- Kekalahan ini menempatkan Como di posisi keenam, sementara Fiorentina berhasil keluar zona degradasi ke posisi ke-17.
- Pertandingan penuh ketegangan ditutup dengan kartu merah untuk Alvaro Morata di akhir laga akibat perselisihan pemain.
Suara.com - Como 1907, klub yang dimiliki oleh Hartono Bersaudara harus mengakui keunggulan Fiorentina dengan skor 1-2 pada laga Liga Italia di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Sabtu malam WIB. Pertandingan tersebut juga diwarnai kartu merah untuk Alvaro Morata di penghujung laga.
Tim tamu membuka keunggulan lewat gol Nicolo Fagioli dan Moise Kean. Sementara itu, satu-satunya gol Como tercipta akibat gol bunuh diri bek Fiorentina, Fabiano Parisi.
Kekalahan ini membuat Como gagal mendekati AS Roma di papan atas. Skuad asuhan Cesc Fabregas kini berada di posisi keenam dengan 41 poin, terpaut lima angka dari Roma di peringkat kelima. Di sisi lain, Fiorentina berhasil keluar dari zona degradasi dan naik ke posisi ke-17 dengan 21 poin.
Como sebenarnya tampil menekan sejak awal. Peluang pertama hadir pada menit ke-19 melalui Nico Paz, tetapi upayanya digagalkan kiper David de Gea. Namun, terlalu fokus menyerang membuat lini belakang tuan rumah lengah.
Pada menit ke-26, kesalahan dalam mengantisipasi bola dimanfaatkan Fagioli. Ia merebut bola, melewati beberapa pemain, lalu menaklukkan Jean Butez lewat tembakan ke tiang dekat untuk membawa Fiorentina unggul.
Como mencoba membalas sebelum jeda, termasuk lewat peluang Paz pada menit ke-29 dan sepakan jarak jauhnya sembilan menit kemudian, tetapi belum membuahkan hasil.
Memasuki babak kedua, Fabregas melakukan dua pergantian pemain. Namun situasi justru memburuk pada menit ke-54 setelah Maximo Perrone melanggar Rolando Mandragora di area terlarang. Wasit menunjuk titik penalti dan Moise Kean sukses menggandakan keunggulan Fiorentina menjadi 2-0.
Como terus berupaya menekan. Peluang dari Jesus Rodriguez dan Martin Baturina belum tepat sasaran, sementara Jacobo Ramon gagal memaksimalkan kesempatan di depan gawang.
Pada menit ke-69, Como meminta penalti usai Rodriguez terjatuh di kotak penalti, tetapi wasit tidak mengabulkannya. Keputusan itu memicu protes keras di pinggir lapangan yang berujung kartu merah untuk pelatih Fiorentina, Paolo Vanoli.
Baca Juga: Napoli Disingkirkan Klub Orang Indonesia, Antonio Conte Ngamuk ke Wasit
Tuan rumah akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-77. Umpan silang Rodriguez berbelok arah setelah mengenai Parisi dan masuk ke gawang sendiri, membuat skor berubah menjadi 1-2.
Ketegangan kembali terjadi menjelang akhir laga. Pada menit ke-86, Como kembali menuntut penalti karena dugaan handball Mandragora. Situasi memanas, seorang staf Como diusir wasit, dan Alvaro Morata diganjar dua kartu kuning dalam rentang tiga menit akibat perselisihan dengan Mandragora dan Marin Pongracic.
Hingga peluit akhir berbunyi, skor tetap 2-1 untuk kemenangan Fiorentina.
(Antara)
Berita Terkait
-
Napoli Disingkirkan Klub Orang Indonesia, Antonio Conte Ngamuk ke Wasit
-
Bawa Como 1907 Singkirkan Napoli, Berapa Bos Djarum Bayar Gaji Cesc Fabregas?
-
MENGEJUTKAN! Klub Orang Indonesia di Eropa Tembus Semifinal Coppa Italia
-
Jadwal Neraka Menanti, Emil Audero dan Cremonese Terpuruk Tanpa Kemenangan 10 Laga Terakhir
-
Singkirkan Napoli, Klub Milik Orang Indonesia Sukses Melaju ke Semifinal Piala Italia
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Persebaya Surabaya Tumbang dari Bhayangkara FC di GBT
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok